Peredaran 41 Kg Sabu dan 44 Ribu Butir Ekstasi Digagalkan

Anwar Sadat Guna 24 Mei 2018 14:37 WIB
narkobasabu
Peredaran 41 Kg Sabu dan 44 Ribu Butir Ekstasi Digagalkan
Kapolda Riau Irjen Pol Nandang didampingi Wakapolda Riau saat ekspose pengungkapan kasus narkotika 41 kg sabu dan 44 ribu butir ekstasi, di Mapolda Riau, Kamis, 24 Mei 2018.
Pekanbaru: Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Riau berhasil menggagalkan peredaran 41 kilogram sabu serta 44.000 butir pil ekstasi, yang sebagian besar di antaranya akan dikirim ke Jakarta dari Kota Pekanbaru.

"Barang bukti sabu-sabu dan narkoba jenis pil ekstasi disita dari dua TKP yang berbeda," kata Kapolda Riau Irjen Pol Nandang di lobi Mapolda Riau, Kamis, 24 Mei 2018. 

Kapolda mengatakan, pengungkapan kasus pertama dilakukan jajaran Polda Riau di Jalan Lintas Timur, Kilometer 293, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu, 9 Mei 2018. Dalam operasi pengejaran yang dilakukan Ditresnarkoba Polda Riau, tersangka SF alias SL, 44, berhasil ditangkap. 


"Saat dilakukan penggeledahan di atas mobil yang dikendarai tersangka, polisi menemukan sebanyak 29 bungkus sabu yang dikemas dalam bungkus teh China bertuliskan Yushan dan empat bungkus besar diduga berisi pil ekstasi," ujar Nandang. 

Sabu-sabu tersebut disembunyikan dalam kotak modifikasi dan disembunyikan di bagian bawah mobil Suzuki Ertiga. Sabu seberat 29 kilogram tersebut, kata Kapolda, akan dibawa pelaku ke Jakarta melalui jalur darat. 

Selain sabu-sabu, dalam operasi penangkapan terhadap tersangka SL, tim Polda Riau juga menemukan empat bungkus besar berisi pil ekstasi warna hijau. Ekstasi bermerek Omega yang disita petugas sebanyak 20 ribu butir.   

Berselang dua hari setelah penangkapan tersangka SL, polisi kembali berhasil mengungkap peredaran narkotika lainnya, pada Sabtu, 12 Mei 2018 sekitar pukul 07.30 WIB. Dalam kasus ini, polisi menangkap dua tersangka, yakni HC, 34, dan MM, 30. 

Keduanya ditangkap di Jalan Lintas Maredan, Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. "Dari lokasi penangkapan kedua tersangka, polisi menyita barang bukti 12 bungkus narkotika jenis sabu seberat 12 kg. Sama, sabu-sabu ini juga dikemas dalam bungkus teh China bertuliskan Guanyingwang," jelas Kapolda. 

Tidak hanya itu, tim Ditresnarkoba Polda Riau yang dipimpin Wadir Reserse Narkoba Polda Riau AKBP Andri juga menyita empat bungkus besar berisi pil ekstasi berlogo S. "Jumlahnya mencapai 24 ribu butir ekstasi," ujarnya.

Adapun modus operandi yang dilakukan kedua tersangka, yakni memasukkan paket sabu dan ekstasi tersebut ke dalam dua tas ransel. Satu tas ransel disandang oleh tersangka, sedangkan satu tas ransel lagi diletakkan di bawah stang sepeda motor yang dikendarai tersangka lainnya. 

"Pasal yang dikenakan dari dua pengungkapakn kasus narkotika ini, yakni Pasal 114 ayat (2) Jo pasal 12 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Ri Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya, hukuman mati atau penjara paling singkat lima tahun, paling lama 20 tahun," pungkas Nandang.       



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id