Suasana jembatan semi permanen yang rusak akibat banjir di Jorong Lubuk Gobing, Nagari Silaping, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Rabu (17/10/2018). ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi
Suasana jembatan semi permanen yang rusak akibat banjir di Jorong Lubuk Gobing, Nagari Silaping, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Rabu (17/10/2018). ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi (ant)

Tanggap Darurat Banjir di Pasaman Barat Diperpanjang

Banjir di Sumatera
ant • 18 Oktober 2018 17:09
Simpang Empat, Sumbar: Masa Tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) diperpanjang tujuh hari kedepan hingga 25 Oktober 2018.
 
"Masa tanggap bencana tahap pertama tujuh hari pertama sejak Kamis 11 Oktober berakhir hari ini, Kamis 18 Oktober. Namun melihat kondisi yang ada maka diperpanjang tujuh hari kedepan sampai 25 Oktober," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Tri Wahluyo didampingi Kepala Bagian Humas, Yosmar Difia di Simpang Empat, Kamis, 18 Oktober 2018.
 
Menurutnya masa tanggap bencana itu diperpanjang karena ada sebagian daerah yang masih tergenang air. Selain itu juga ada perkampungan yang terisolasi karena jembatan yang putus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Khusus untuk jembatan yang putus akan dibuatkan jembatan darurat sementara agar aktifitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar," ujarnya.
 
Selain itu juga selama masa tanggap darurat yang diperpanjang juga akan menyalurkan bantuan kepada korban banjir. Sebab, akibat masih adanya air tergenang maka pasokan bantuan masih terganggu.
 
"Mudah-mudahan cuaca tidak ekstrim lagi sehingga air tidak kembali naik dan banjir cepat surut," harapnya.
 
Ia menyebutkan kerugian akibat banjir di Pasaman Barat dari data sementara mencapai Rp26,72 miliar. Data kerugian itu masih bersifat sementara karena pendataan rumah yang rusak oleh Dinas Perumahan Pemukiman masih berlangsung.
 
Selain itu data pertanian, perkebunan dan peternajan juga belum masuk karena masih pendataan.
 
"Dari data sementara itu Rp26 miliar kerusakan dari infrastruktur jembatan, irigasi dan jalan. Sedangkan rumah yang rusak sekitar 46 unit dengan kerugian Rp720 juta," lanjutnya.
 
Ia menyebutkan kerusakan yang parah akibat banjir adalah enam unit jembatan yang ada yakni jembatan gantung Tunjung Pangkal dan jembatan beton Kecamatan Pasaman.
 
Satu unit jembatan semi permanen Padang Belimbing Kecamatan Luhan Nan Duo, jembatan gantung Sungai Aur, jembatan gantung Lubuk Gobing, Kecamatan Ranah Batahan dan jembatan gantung Simpang Tolang Kecamatan Parit Koto Balingka.
 
"Infrastruktur lainnya seperti irigasi dan jalan juga mengalami kerusakan. Sementara  rumah yang terdata baru 46 unit dan masih belum final," tambahnya.
 
Hingga Kamis 19 Oktober sore genangan air sudah mulai surut. Namun cuaca masih tidak menentu sehingga warga diimbau agar tetap waspada.  

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif