Tanggap Darurat di Mandailing Natal Hingga 18 Oktober
Ilustrasi. Personel TNI dan warga membantu proses evakuasi korban banjir di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Foto: Istimewa.
Medan: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal atau Madina Sumatera Utara menetapkan status tanggap darurat banjir dan longsor hingga 18 Oktober 2018. Ketetapan ini sudah dikomunikasikan dengan pihak terkait. 

"Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapat pemberitahuan tentang status tanggap darurat itu," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho seperti dilansir Antara, Sabtu, 13 Oktober 2018.

Menurut Sutopo, BNPB terus memantau dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut dan pihak lainnya menangani bencana banjir dan longsor di Madina. Selain memerlukan bantuan pencarian korban dan penanganan kerusakan rumah, kebutuhan mendesak untuk Madina adalah bahan makanan pokok masyarakat, dan alat berat.


BNPB mencatat sudah 17 orang tewas akibat bencana ini. Banjir merendam sembilan kecamatan di Madina yakni Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Naga Juang, Panyambungan Utara, Bukit Malintang, Ulu Pungkut, Kota Nopan dan Batang Natal.

Baca: BNPB: Korban Tewas Banjir di Sumut 17 Orang

Selain di Madina, bencana longsor juga terjadi di Sibolga dan menyebabkan empat orang meninggal, satu orang luka berat, dan tiga orang luka ringan. Kerugian material di Sibolga meliputi 25 rumah rusak berat, empat unit rumah rusak sedang dan sekitar 100 rumah terendam banjir dengan tinggi 60-80 centimeter.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id