Ribuan Rumah di Riau Terendam Banjir
ilustrasi Medcom.id
Pekanbaru: Sebanyak 2.949 rumah dan 1.513 hektare sawah terendam banjir di Kabupaten Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Banjir akibat curah hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir.

Kapolres Kuantan Singingi Ajun Komisaris Besar (AKB) Muhammad Mustofa mengatakan banjir di wilayahnya terjadi akibat meluapnya Sungai Kuantan. Beruntung banjir tidak menimbulkan korban jiwa.

"Kami membantu warga untuk mengungsi ke lokasi yang aman. Banjir belum terlalu mengganggu aktivitas warga karena belum ada sekolah yang diliburkan," jelas Kapolres, Selasa 6 November 2018. 


Mustofa mengungkapkan, banjir melanda bagian hulu Sungai Kuantan di Kecamatan Hulu Kuantan dan Kecamatan Kuantan Mudik. Saat ini kondisi air  sudah mulai surut sekitar 1,5 cm dari ketinggian air banjir luapan Sungai  Kuantan yang mencapai 60 hingga 90 sentimeter.

Sedangkan, banjir di Kecamatan Gunung Toar terjadi di 5 desa, Kecamatan Pangean 12 desa, Kecamatan Kuantan Tengah 10 desa, Kecamatan Sentajo Raya 3  desa, Kecamatan Benai 10 desa, Kecamatan Kuantan Hilir 2 desa, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang 7 desa, Kecamatan Inuman 7 desa, dan Kecamatan Cerenti sebanyak 4 desa.

"Kami juga berupaya menyalurkan bantuan terutama kebutuhan pokok bagi korban banjir," ujar Kapolres.

Sementara banjir dilaporkan juga terjadi di Kecamatan Peranap dan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Banjir mengakibatkan badan jalan antar kecamatan terendam air setinggi 30 cm. Meski cukup deras, genangan air banjir masih belum mengganggu aktivitas warga.

PLN Unit Layanan PLTA Kota Panjang di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, pada pukul 14.00 WIB, Minggu 4 November membuka tiga pintu air waduk PLTA yaitu pintu 1, 3, dan 5 dengan masing-masing 30 sentimeter. Diperkirakan akan terjadi kenaikan elevasi Sungai Kampar antara 30 sampai 60 sentimeter.

Sementara itu, pembukaan pintu pelimpahan atau spillway gate waduk PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar, Riau terpaksa harus dilakukan akibat tingginya curah hujan selama sepekan terakhir. Saat ini, elevasi waduk tersebut melebihi ambang batas aman 82,50 mdpl dan harus dilepas ke Sungai Kampar.

"Kami mengimbau warga yang tinggal di pinggiran Sungai Kampar, maupun yang beraktivitas di sungai untuk berhati-hati dan waspada ketika akan beraktifitas di pinggiran sungai. Sebaiknya untuk sementara waktu tidak posisi beraktifitas di sungai atau bantaran Sungai Kampar sampai kondisi yang stabil dan aman untuk beraktifitas," kata Manager Unit Layanan PLTA Koto Panjang Muhammad Rusdi.

Rusdi mengatakan, pembukaan tiga pintu air waduk PLTA yaitu pintu 1, 3, dan 5 dengan masing-masing 30 sentimeter telah membuat kenaikan elevasi Sungai Kampar antara 30 sampai 60 sentimeter. Sebanyak 12 desa di sepanjang bantaran Sungai Kampar kerap menjadi langganan banjir diimbau waspada.



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id