ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id (ant)

Sumbar Siapkan Payung Hukum Berantas LGBT

kontroversi lgbt
ant • 27 Desember 2018 19:34
Padang: Pemerintah Sumatera Barat sedang menyiapkan payung hukum untuk memberantas fenomena Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) dalam bentuk peraturan daerah.
 
"Selama ini pelaku LGBT belum bisa ditindak karena tidak ada payung hukum. Dengan adanya Perda minimal aparat berwenang seperti Satpol PP bisa menindak," kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di Padang, Kamis, 27 Desember 2018. 
 
Menurut Nasrul saat ini pihaknya telah mengumpulkan seluruh kepala sekolah di Sumbar, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, perguruan tinggi, pemangku adat hingga 'bundo kanduang' memaparkan kondisi terbaru LGBT di Sumbar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada 1.860 orang yang kena HIV AIDS, sekarang tidak ada lagi yang ditutupi agar menjadi perhatian serius semua pihak," katanya.
 
Ia berharap dengan adanya regulasi dalam bentuk Perda hingga peraturan nagari bisa menjadi salah satu solusi untuk menimbulkan efek jera selain pembinaan dan sosialisasi.
 
Sebelumnya hasil penelitian yang dilakukan Perhimpunan Konselor VCT dan HIV AIDS Indonesia di Sumatera Barat menemukan perilaku LGBT khususnya hubungan seksual antara sesama laki-laki menjadi pemicu HIV tertinggi di Sumbar.
 
"Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian Kesehatan terdapat 10.376 kasus HIV baru pada periode Januari sampai Maret 2018 dengan persentasi lelaki suka lelaki sebesar 28 persen," kata konselor Perhimpunan Konselor VCT dan HIV AIDS Indonesia, Sumbar Khaterina Welong.
 
Menurutnya jika dilihat dari kelompok umur maka penderita AIDS tertinggi ada pada rentang usia 20 sampai 29 tahun sebanyak 29,3 persen. 
 
"Artinya yang terinfeksi HIV adalah mereka yang melakukan perbuatan yang berisiko 10 tahun sebelumnya atau pada usia 10 hingga 19 tahun," katanya.
 
Ia memperkirakan saat ini jumlah lelaki penyuka sesama jenis di Sumbar 14.469 orang, jumlah waria 2.501 orang dengan perkiraan pelanggan 2,5 kali lipat.
 
"Artinya kalau pelanggan waria adalah bapak-bapak maka masuk kategori laki-laki suka laki-laki dengan demikian total pria penyuka sesama jenis diperkirakan mencapai 20 ribu orang," kata dia.
 
Ia menyebutkan berdasarkan perkiraan pada 2016 jumlah lelaki penyuka sesama jenis di Sumbar paling banyak di Padang sebanyak 5.267 orang. Selanjutnya di Kabupaten Agam 903 orang, Pesisir Selatan 882 orang, Pasaman Barat 870 orang, Padang Pariaman 705 orang, dan Solok 716 orang.
 
Kemudian, Kabupaten Sijunjung 459 orang, Tanah Datar 434 orang, Limapuluh Kota 718 orang, Kabupaten Solok Selatan 339 orang, Kabupaten Dharmasraya 518 orang.
 
Berikutnya di Kota Solok 360 orang, Pariaman 536 orang,  Sawahlunto 153 orang, Padang Panjang 135 orang, Bukittinggi 185 orang, Payakumbuh 333 orang, dan Kota Pariaman 217 orang.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi