"Diperkirakan pihak keluarga korban akan terus bertambah menyampaikan laporannya ke Posko DVI," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Selasa 19 Juni 2018.
Sutopo menyebutkan pencarian korban masih terus dilakukan dengan melibatkan tim gabungan Polri, TNI, Basarnas, dan warga. Tetapi cuaca dan ombak menjadi kendala dalam pencarian para korban yang hilang.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Untuk korban kapal yang dinyatakan hilang hingga saat ini berjumlah sekitar 94 orang. Upaya pencarian penumpang kapal masih terus dilakukan oleh Tim Gabungan dengan menggunakan kapal kayu milik Organisasi Perkapalan Simanindo (OPS) sebanyak tiga unit dan KMP Sumut I " paparnya.
Selain itu, saat ini di Pelabuhan Simanindo juga telah didirikan dapur Umum oleh Dinas Sosial Kabupaten Samosir untuk menerima sumbangan dalam bentuk barang atau bahan makanan dan uang.
"Di lokasi juga didirikan Posko Kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir," urainya.
Seperti diketahui, KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba, saat berlayar dari Pelabuhan Simanindo (Samosir) tujuan Tigaras (Simalungun), Senin Senin 18 Juni 2018 sekitar pukul 17.30 wib. Kapal kayu ini tenggelam sekitar 1 mil laut dari Pelabuhan Tigaras. Kapal mengangkut lebih dari 80 orang. Namun baru 18 orang dalam keadaan hidup ditemukan, dan satu penumpang lainnya meninggal dunia.
Kapal tenggelam diduga akibat kelebihan muatan. Pasalnya kapal ini mengangkut lebih dari 80 orang penumpang dari kapasitas normal 60 penumpang. Tak hanya itu, kapal juga membawa 55 unit sepeda motor. Padahal kapal ini seharusnya tidak boleh mengangkut kendaraan. Kondisi diperparah dengan ombak tinggi, angin kencang dan hujan deras pada saat kejadian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
