Terduga Teroris di Lampung Pernah Membuat Pernyataan Setia ke NKRI
ilustrasi Medcom.id
Bandar Lampung: Dua terduga teroris, US, 43, warga Dusun 6 Pekom Waringinsari Barat, Bandar Lampung, dan IM, 43, warga Dusun 3 Pekon Waringin Barat ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror
Mabes Polri pada Minggu 3 Mei 2018, sekitar pukul 08.00 WIB. Penangkapan US dan IM diduga terlibat teror. 

Kepala Pekon Waringinsari Barat Woto Siswoyo mengaku, sebelumnya dihubungi petugas untuk menyaksikan jalannya penggeledahan oleh petugas di kediaman US. Dari penggeledahan itu, petugas membawa bungkusan plastik besar. 

Woto mengakui, US dan IM adalah warganya. Menurutnya, sudah sejak lima tahun terakhir keduanya ada perubahan perilaku. "Menjadi lebih tertutup dan tidak pernah muncul saat acara pengajian umum. Selain itu tidak pernah lagi mengikuti pemilu dan setiap 17 Agustus, setiap acara kenegaraan tidak pernah mau pasang bendera Merah Putih," tutur Woto. 


Akibat perilaku tersebut, Woto membeberkan, keduanya pernah dipanggil ke Balai Pekon untuk meminta keterangan dan membuat pernyataan di atas materai yang berisi setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia di hadapan Uspika Sukoharjo dan tokoh masyarakat. 

US dan IM sehari-hari diketahui berjualan obat tradisional dan makanna tradisional Lampung. Saat ini, kediaman masing-masing telah dipasang garis polisi. Sejumlah anggota polisi masih berjaga. Warga diimbau untuk tidak mendekat lokasi penangkapan. 

Baca: Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Lampung



(LDS)