Bakamla RI menangkap kapal tanker Maxima Pratama di perairan Pulau Batam, Kepulauan Riau, karena menjual BBM secara ilegal.
Bakamla RI menangkap kapal tanker Maxima Pratama di perairan Pulau Batam, Kepulauan Riau, karena menjual BBM secara ilegal. (Anwar Sadat Guna)

Kapal Tanker Ditangkap karena Transaksi Ilegal BBM

bbm ilegal
Anwar Sadat Guna • 18 Februari 2019 22:25
Batam: Kapal Patroli Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menangkap kapal tanker Maxima Pratama, di perairan Batam, Provinsi Kepri. Kapal itu ditangkap karena menjual 18 ton solar secara ilegal ke kapal penampung milik warga.   
 
Direktur Operasi Laut Bakamla Laksamana Pertama (Laksma) TNI NS Embun, mengatakan, pengungkapan kasus itu berawal ketika Tim Patroli Bakamla menangkap kapal kayu tanpa nama membawa bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dalam jumlah banyak.   
 
Saat dilakukan pemeriksaan, nakhoda tak bisa menunjukkan dokumen dan manifes kapal. Hasil pemeriksaan terungkap bahwa solar tersebut didapatkan dari kapal tanker Maxima Pratama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kapal tersebut (Maxima) kami tangkap, 17 Februari 2019. Kapal ditangkap karena diduga melakukan kegiatan ilegal di sektor migas. Kapal ini mentransfer solar ke kapal lain tanpa dilengkapi dokumen," ungkap Embun, di atas kapal Maxima Pratama, Senin, 18 Februari 2019.
 
Modus kejahatan yang digunakan yakni kapal penampung atau penerima merapat ke kapal tanker yang lego jangkar tak jauh dari pelabuhan Batam. BBM yang ada di atas kapal kemudian dipindahkan ke kapal penerima. Jumlah yang dialirkan sebanyak 18 ton.
 
"Kapal Maxima bertindak sebagai penyuplai dan kapal kayu sebagai penerima. Kapal kayu tanpa nama itu didesain khusus untuk menampung dan mengangkut minyak. Setelah solar diterima, BBM tersebut selanjutnya dibawa ke darat," kata Embun.            
 
Ia mengungkapkan, penangkapan kedua kapal merupakan bagian dari tugas Bakamla menertibkan tindakan ilegal di bidang migas. Embun mengaku, penyidik masih mendalami asal muasal minyak yang ada di atas kapal Maxima Pratama.  
 
"Pemeriksaan masih berlangsung. Penyidik juga mendalami berapa banyak muatan solar yang ada di atas kapal (Maxima). Termasuk taksiran kerugian yang ditimbulkan dari kegiatan ilegal di sektor migas ini," ujar Embun.
 
Dia menambahkan, tujuh ABK tanker Maxima Pratama dimintai keterangan penyidik. Kedua kapal berbendera Indonesia ini telah ditahan untuk pengembangan lebih lanjut. Fakta lain yang ditemukan Bakamla RI, tambah Embun, terdapat dua ABK kapal kayu masih di bawah umur.
 
"Ada dua ABK ternyata masih di bawah umur. Mereka dipekerjakan di kapal penampung solar tersebut. Hal ini jelas melanggar UU Ketenagakerjaan. Ini juga yang masuk dalam materi pemeriksaan kami," tambah Embun.
 
Untuk penyelidikan lebih lanjut, kapal Maxima Pratama ditahan di lokasi kapal lego jangkar. Sedangkan kapal kayu tanpa nama ditahan di sekitar perairan Tanjunguncang, Kota Batam. "Barang bukti 18 ton solar juga sudah kami sita untuk penyidikan lebih lanjut," pungkas  Embun.
 
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi