Banjir dan Longsor di Sumbar Tewaskan 5 Warga
Banjir di Tanah Datar, Sumatera Barat. Foto: Istimewa/BNPB
Jakarta: Hujan lebat mengguyur Kabupaten Tanah Datar dan Pasaman Barat, Sumatera Barat, dan menyebabkan banjir bandang dan longsor di beberapa lokasi pada Kamis, 11 Oktober 2018. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lima warga meninggal dan enam lainnya dilaporkan hilang.

Banjir bandang terjadi di Nagari Tanjung Bonai, Lintau Buo Utara, Tanah Datar, Sumatera Barat, pada pukul 20.30 WIB, Kamis, 11 Oktober 2018. Banjir bandang menewaskan empat jiwa, tiga warga dilaporkan hilang.

Korban meninggal yakni Anis, 2,5, dan W Efendi, 10, yang hanyut akibat banjir bandang. Korban meninggal lain yakni Roni, 30, dan Yerinda (56). Tiga korban hilang adalah Erizal, 55, Daswirman, 58, dan Yusrizal, 45.


"Selain itu terdapat enam korban luka-luka, enam unit rumah rusak berat, tiga kedai rusak berat, satu ruko rusak berat dan 2 jembatan rusak berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho lewat keterangan yang diterima Medcom.id, Sabtu, 13 Oktober 2018.

BPBD Tanah Datar bersama TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan pencarian dan evakuasi korban. Tim menyusuri sungai yang ada dan mengerahkan alat berat .

Baca: Banjir Renggut 3 Nyawa di Tanah Datar

Bupati Tanah Datar telah menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari, atau selama 12-18 Oktober 2018. Pembukaan dapur umum untuk relawan dan masyarakat terdampak telah didirikan.

Wilayah di Kabupaten Pasaman Barat juga diserang longsor dan banjir pukul 19.30 WIB, Kamis, 11 Oktober 2018. Kecamatan yang terdampak yakni Pasaman, Ranah Batan, Koto Balingka, Sei Beremas, Lembah Melintang, Gunung Tuleh, Talamau, Sasak dan Kinali.

"Satu orang meninggal dan dua orang hilang. Kerusakan meliputi sekitar 500 rumah terendam banjir, tiga jembatan gantung rubuh, dan dua rumah hanyut," kata Soetopo.

BPBD Pasaman Barat bersama aparat lain melakukan penanganan darurat. BPBD menyalurkan bantuan logistik untuk korban terdampak. Kebutuhan mendesak alat berat, sembako, selimut dan pakaian. Bupati telah menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari, atau selama 11-17 Oktober 2018.

Baca: 11 Kabupaten/Kota di Sumbar Terendam Banjir
 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id