Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan, Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam, Suratman, mengatakan fenomena angin puting beliung terekam sekitar pukul 13.54 WIB.
"Fenomena tersebut terekam dari lokasi sekitar ATC Bandara Hang Nadim Batam," ujar Suratman kepada Medcom.id, Selasa, 11 Desember 2018.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Suratman mengatakan beruntung angin puting beliung tersebut tidak mengarah ke Bandara Hang Nadim Batam dan tidak mengganggu aktivitas penerbangan di bandara.
"Tidak masuk ke arah bandara. Masih di sekitar wilayah Kabil. Hingga pukul 12.00 WIB tadi aktivitas di bandara berjalan lancar. Kami terus memantau di lapangan," ujarnya.
Suratman menambahkan fenomena puting beliung terjadi karena ada penguapan yang tinggi di sekitar wilayah Kabil. Penguapan tersebut menimbulkan awan cumulonimbus sehingga berpotensi menyebabkan turunnya hujan, angin kencang, dan puting beliung.
"Cuaca pagi tadi cukup terik dan menjelang siang sekitar pukul 13.30 WIB, berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada pukul 13.40 WIB di wilayah Nongsa, Batam Kota, Dalang, Seibeduk dan sekitarnya," ujar Suratman.
Ia menambahkan, jika angin puting beliung tersebut terjadi di laut disebut juga dengan istilah water spot. Fenomena tersebut bisa menyebabkan gelombang tinggi secara tiba-tiba. Hal itu yang harus diwaspadai oleh nelayan. "Kami mengimbau para nelayan dan aktivitas pelayaran di laut agar tetap berhati-hati saat melakukan aktivitas di laut," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ALB)
