Sindikat Pengedar Sabu di Bintan Ditangkap

Anwar Sadat Guna 15 September 2018 09:17 WIB
narkobasabu
Sindikat Pengedar Sabu di Bintan Ditangkap
ilustrasi Medcom.id
Batam: Seorang warga, Didik, 37, ditangkap Polres Bintan. Pria asal Jombang, Jawa Timur (Jatim), ini ditangkap ketika mengedarkan  3,156 kilogram (kg) sabu di kawasan Lobam, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.

Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang, mengatakan, Didik ditangkap di Hotel Pinang City, Gudang Minyak, Bintan, Kamis, sekitar pukul 17.30 WIB. Penangkapan tersangka, kata Boy, merupakan hasil pengembangan Satnarkoba Polres Bintan dan BNNP Kepri.

"Informasi awal kami dapat dari masyarakat. Saat dilakukan pengembangan, ternyata benar akan ada transaksi narkoba di kawasan Lobam, Kabupaten Bintan, Kepri," ujar Boy, Jumat, 14 September 2018.


Saat diinterogasi, Didik mengaku narkotika itu didapatnya dari Malaysia. Sabu itu diantarkan seorang kurir untuk diserahkan ke tersangka. "Sabu tersebut diantar ke Lobam," kata Boy menirukan pengakuan Didik, Jumat 14 September 2018.

Masih pengakuan Didik, sambung Boy, sabu seberat 3,1 kg itu akan dibawa pelaku ke Madura melalui jalur laut, menggunakan kapal Pelni di Pelabuhan Kijang, Bintan. Tersangka Didik, kata Boy, merupakan jaringan sindikat narkoba internasional.

"Tersangka Didik sudah dua kali memasukkan narkoba ke Bintan. Dia diupah Rp35 juta sekali memasukkan narkoba tersebut ke pulau ini," paparnya.

Untuk memuluskan aksinya, pelaku membungkus sabu-sabu tersebut menggunakan alumunium foil. Setelah itu, paket sabu dibungkus menggunakan lembaran busa untuk mengelabui mesin x-ray di pelabihan atau bandara.

"Hal itu dilakukan kurir atau sindikat agar tidak terlihat saat melintasi mesin x-ray. Cara ini juga yang dilakukan tersangka Didik saat memasukkan dua kali sabu ke Bintan," ungkap Boy.

Dia menambahkan, cara atau modus ini harus diantisipasi untuk mencegah masuknya sabu, khususnya dari luar negeri ke Indonesia melalui Kepulauan Riau (Kepri).

"Kami akan berkoordinasi dan kerja sama dengan otoritas Bandara RHF Tanjungpinang maupun pelabuhan-pelabuhan resmi untuk meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan di pintu-pintu masuk Bintan," pungkasnya.



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id