Kebakaran hutan dan lahan perkebunan sawit rakyat terjadi di sejumlah tempat di Desa Bukit Kerikil Bengkalis dan Desa Gurun Panjang di Dumai, Dumai Riau, Senin (25/2/2019). ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid
Kebakaran hutan dan lahan perkebunan sawit rakyat terjadi di sejumlah tempat di Desa Bukit Kerikil Bengkalis dan Desa Gurun Panjang di Dumai, Dumai Riau, Senin (25/2/2019). ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid (Antara)

Asap Karhutla di Riau Capai Perbatasan Sumut

kebakaran lahan dan hutan
Antara • 26 Februari 2019 17:21
Rantauprapat, Sumut: Asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang terjadi di Provinsi Riau mulai meluas hingga ke daerah perbatasan Provinsi Sumatra Utara di Cikampak, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
 
Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Labuhanbatu, Rizky Ismana Nasution menyampaikan asap karhutla mulai masuk ke Sumatra Utara karena faktor cuaca dan embusan angin.
 
Walaupun paparan kabut asap masih sedikit dan tidak terasa, masyarakat di perbatasan Kabupaten Labuhanbatu Selatan dengan Riau diharapkan berhati-hati dan menjaga kesehatan dengan mengunakan masker polusi asap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Paparan kabut asap karhutla dari  Riau mulai masuk ke wilayah Sumut pagi hari hingga pukul 09.00 WIB dalam beberapa hari terakhir, walaupun tidak secara masif," katanya.
 
Rizky menjelaskan, dari hasil pantauan petugas Manggala Agni di lapangan, daerah Labuhanbatu Raya yakni Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Labuhanbatu Selatan tidak menemukan titik panas atau hotspot di wilayah itu.
 
Penyumbang asap dari kebarakan lahan dan hutan saat ini, kata dia, diketahui dari sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Riau, yakni daerah pesisir Pelalawan, Siak, Bengkalis, Rokan Hilir hingga Indragiri Hilir dan Dumai.
 
Namun demikian, pihaknya selalu siaga dan mewaspadai kemungkinan bencana alam yang dapat terjadi. "Daerah Labuhanbatu Raya tidak ada menyumbang kabut asap dan tidak ditemukan hotspot," jelasnya.
 
Pelaksana tugas Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Efdy Zul Faisal Harahap mengimbau masyarakat yang terpapar polusi asap agar selalu menjaga kesehatan dengan mengonsumsi air putih dan menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah.
 
Polusi paparan asap, kata dia, dapat menyebabkan penyakit infeksi saluran napas atas (ISPA), infeksi paru, iritasi mata, iritasi kulit hingga terserang asma. Pihaknya akan membagikan masker polusi udara kepada masyarakat yang terpapar asap karhutla untuk mencegah ISPA.
 
"Mayarakat agar selalu menggunakan masker ketika melakukan aktivitas luar rumah untuk pencegahan dini ISPA akibat polusi asap, terutama kepada anak-anak," katanya.

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif