Polda Riau Beri Waktu Sebulan Ambil Jenazah Terduga Teroris

Anwar Sadat Guna 18 Mei 2018 17:08 WIB
terorismeTeror di Mapolda Riau
Polda Riau Beri Waktu Sebulan Ambil Jenazah Terduga Teroris
Suasana Mapolda Riau setelah penyerangan Rabu 16 Mei 2018. (Medcom.id/Anwar Sadat Guna)
Pekanbaru: Empat Jenazah terduga teroris masih berada di RS Bhayangkara Riau. Polda Riau memberikan waktu satu bulan bagi keluarga, untuk mengambil jenazah. 

"Ada prosedur yang harus dilalui sebelum jenazah diambil oleh pihak keluarga. Pengambilan jenazah harus melalui berita acara penyidik," ujar Kabid Humas Polda Riau, AKBP Sunarto di Mapolda Riau, Jumat, 18 Mei 2018. 

Ia menjelaskan, berita acara yang diberikan ke keluarga nantinya akan menjadi berkas untuk penyidik. Jika dalam satu bulan tak ada pihak keluarga yang mengambil, makan polisi akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Riau untuk memakamkan keempatnya. 


"Saat ini baru satu pihak keluarga yang datang ke kamar jenazah. Warga tersebut mengaku sebagai keluarga salah seorang terduga yang akrab disapa Pogang," ujar Sunarto. 

Warga tersebut datang dari Dumai, Riau. Dia ingin melihat juga mencocokkan data dan wajah terduga teroris tersebut. "Jika datanya cocok, kami arahkan untuk menemui penyidik dan membuat berita acara permohonan pengambilan jenazah," ujarnya. 

Dia menuturkan, dalam satu pekan ke depan koordinasi dengan Dinas Sosial akan dilakukan untuk pengurusan pemakaman jenazah terduga teroris. 

Kabiddokes Polda Riau, Kombes Pol Asmarahadi, menambahkan pihaknya telah mengidentifikasi empat jenazah terduga teroris. Mereka adalah; Mursalim alias Ical alias Pak Ngah, 42; Suwardi, 28; Adi Sufiyan, 26; dan Muhammad Ovan Fadhlan, 22. Keempatnya warga Kota Dumai, Provinsi Riau. 

"Proses identifikasi terhadap keempat jenazah sudah dilakukan oleh Tim Biddokkes Polda Riau. Keempat jenazah saat ini masih berada di kamar jenazah RS Bhayangkara," pungkasnya. 




(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id