Sejumlah warga nekat meniti jembatan putus dampak banjir bandang di kelurahan Baringin, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa, 6 November 2018. Medcom.id/Alex Rajes
Sejumlah warga nekat meniti jembatan putus dampak banjir bandang di kelurahan Baringin, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa, 6 November 2018. Medcom.id/Alex Rajes (Alex Rajes)

Meniti Tali Kawat Jembatan Ambruk

bencana longsor bencana banjir Banjir di Sumatera
Alex Rajes • 06 November 2018 17:19
Padang: Sejumlah warga nekat meniti jembatan putus dampak banjir bandang di kelurahan Baringin, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa, 6 November 2018. Jembatan tersebut merupakan akses utama warga Baringin menuju Kelurahan Banda Buek, Lubuk Kilangan.
 
Warga nekat karena harus berputar menempuh jarak hingga 15 kilometer jika tak gunakan jembatan tersebut. Rusdi, pelajar salah satu sekolah menengah pertama (SMP) terlihat penuh hati-hati meniti tali besi sisa jembatan gantung.
 
"Saya sekolah di kampung sebelah, tidak ada jalan lain, harus meniti tali jembatan ini. Jika memutar tidak ada kendaraan," kata Rusdi pada Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski sudah diberikan garis kuning tanda tak boleh dilalui, warga tetap memaksakan diri meniti tali baja untuk menyeberang  sungai.
 
Warga Kelurahan Baringin, Mey, 24, mengatakan putusnya akses terdekat menuju jalan utama turut memutus kegiatan warga sehari-hari. "Warga yang berkendaraan harus memutar arah sejauh 15 kilometer ke kawasan Simpang Patai menuju Jalan Raya Gadut–Indarung," terang Mey.
 
Mey berharap pemerintah provinsi atau Kota Padang mempercepat pembangunan jembatan yang beberapa kali rusak dihantam banjir ini.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif