abid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga memberikan keterangan pers pengungkapan prostitusi online, di Mapolda Kepri, Senin, 11 Februari 2019.
abid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga memberikan keterangan pers pengungkapan prostitusi online, di Mapolda Kepri, Senin, 11 Februari 2019. (Anwar Sadat Guna)

Polda Kepri Ungkap Prostitusi Online di Batam

prostitusi online
Anwar Sadat Guna • 12 Februari 2019 12:43
Batam: Kepolisian Daerah (Polda) Kepri mengungkap kasus prostitusi online dan tindak pidana perdagangan orang. Seorang tersangka berinisial AS ditangkap di Perumahan Puri Selebriti 3, Kota Batam. Satu korban yang dibawa dari Jakarta ke Batam ikut diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
 
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga mengatakan, kasus prostitusi online itu terungkap, Sabtu, 9 Februari 2019 sekira pukul 17.30 WIB. Anggota Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri yang menyelidiki kasus itu selama tiga bulan berhasil menangkap tersangka AS di Perumahan Puri Selebriti 3.
 
"Penyelidikan dilakukan sejak Desember 2018. Kasus ini terungkap saat polisi melakukan penyamaran dengan memesan pekerja seks komersial melalui website 'Cewek Panggilan Batam'. Dari kasus ini, polisi berhasil menangkap AS alias A," ungkap Erlangga di Media Centre, Polda Kepri, Senin, 11 Februari 2019.  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain menangkap AS, Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri juga mengamankan seorang korban. Wanita tersebut dibawa oleh tersangka dari Jakarta menuju Kota Batam untuk dijadikan PSK. 
"Untuk pemeriksaan lebih lanjut atas kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan atau tindak pidana Informasi Transaksi Elektronik (ITE), tersangka dan korban dibawa ke Polda Kepri," ujar Erlangga.
 
Erlangga mengungkapkan, modus yang dilakukan tersangka yakni membuka iklan lowongan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan iklan Cewek Panggilan Batam melalui internet. Terdapat beberapa foto dalam website tersebut.
 
Hasil penyelidikan dan penyidikan, sambung Erlangga, diperolah keterangan bahwa ada beberapa korban telah diperdagangkan oleh tersangka. Mereka adalah RS alias E, 19 tahun, asal Pangandaran (Jawa Barat); inisial NJ, 20 tahun, asal Cirebon (Jawa Barat); inisial VR, 20 tahun, asal Purwakarta (Jawa Barat).
 
Inisial MAF alias C, 32 tahun, asal Medan (Sumatera Utara); inisial FH alias I, 32 tahun, asal Jakarta; dan WA, 23 tahun, asal Jawa Tengah.
 
Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri Kompol Dhani Catra Nugraha menambahkan, tersangka dikenakan Pasal 2 UU RI No 21/2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan atau pasal 45 ayat (1) UU RI No 9/2016 tentang perubahan atas UU RI No 11/2008 tentang informasi dan transaksi elektronik junto pasal 64 ayat (1) KUHP. 
 
Barang bukti yang disita, yakni dua lembar boarding pass kereta api dari Cirebon ke Jakarta atas nama Agus Supriadi dan Nurjanah, satu handphone merek Asus Zenfone seri 3 warna hitam, satu kartu ATM BNI, uang tunai Rp3.250.000, uang hasil rental mobil Rp500 ribu, satu flashdisk berisi video oral sex berdurasi 59 detik antara tersangka dan korban saat akan direkrut menjadi PSK. 
 
"Selain itu, juga ikut disita, lembar surat keterangan domisili atas nama Estu Suhaya, satu buah kartu ATM CIMB Niaga, dua lembar boarding pass Batik Air dari hlp menuju bth atas nama pelaku dan korban NJ, dan dua butir pil norelut norethusterone (obat penunda haid/pencegah kehamilan)," ujar Dhani.

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi