Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanik saat erupsi, di Karo, Sumatera Utara, Selasa (7/5/2019). ANTARA FOTO/Sastrawan Ginting.
Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanik saat erupsi, di Karo, Sumatera Utara, Selasa (7/5/2019). ANTARA FOTO/Sastrawan Ginting. (Antara)

Gunung Sinabung Kembali Tenang

erupsi gunung sinabung
Antara • 08 Mei 2019 18:28
Medan: Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Sumatera Utara, Natanail Peranginangin, mengatakan Gunung Sinabung tak lagi menyemburkan abu vulkanik. Kondisi Gunung Sinabung dianggap sudah aman. 
 
"Namun, petugas BPBD Karo tetap melaksanakan patroli di zona merah Gunung Sinabung bersama TNI dan Polri," kata Natanail, melansir Antara, Rabu,  8 Mei 2019. 
 
Dia menuturkan, personel TNI dari Koramil 04 dan Polsek Simpang 4 masih berjaga di wilayah zona merah. Lantaran, wilayah tersebut dilarang dimasuki warga pascaerupsi Gunung Sinabung. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Meski Pemkab Karo telah membuat larangan, namun masih saja ada yang coba-coba masuk secara sembunyi melalui sawah dan jalur khusus yang mereka buat sendiri," ujar Natanail.
 
Ia menyebutkan, kesadaran warga agar tidak memasuki kawasan berbahaya cukup rendah. Masyarkat, kata dia, masih melanggar dan tidak peduli dengan keselamatan diri sendiri. 
 
"Kita tidak ingin ada warga yang menjadi korban akibat erupsi Gunung Sinabung," katanya.   
 
Sebelumnya, erupsi Gunung Sinabung, di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terjadi pada Selasa, 7 Mei 2019, kemarin, pukul 07.46 WIB. Tinggi kolom abu lebih kurang 2.000 meter di atas puncak atau lebih kurang 4.460 di atas permukaan laut.    
 
Kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah Tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 MM dan durasi lebih kurang 42 menit 49 detik. 
 
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer untuk sektor utara barat, 4 kilometer untuk sektor selatan-barat, dan dalam jarak 7 kilometer untuk sektor selatan-tenggara. 
 
Kemudian, di dalam jarak 6 kilometer untuk sektor tenggara-timur, serta di dalam jarak 4 kilometer untuk sektor utara-timur. Selain itu, masyarakat yang berada di sepanjang aliran sungai hulu Gunung Sinabung diminta waspada potensi banjir lahar. 
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif