Pembobol Bank via Mesin EDC Dicokok
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Pekanbaru: Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau mengungkap kasus tindak pidana transfer dana ilegal pembobolan dana bank. HG, 27, ditangkap setelah meraup Rp563 juta dari 32 kali aksi jahatnya.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan kasus ini terungkap atas laporan salah satu bank yang menemukan transaksi mencurigakan dalam sistem mereka.

"Ada transaksi mencurigakan, dalam tempo tiga hari, dari 3 hingga 6 Oktober 2018 ada sebanyak 32 kali transaksi penarikan uang. Kepolisian langsung melakukan penyelidikan atas kasus tersebut," ungkap Sunarto, Jumat, 26 Oktober 2018 di Ditreskrimsus Polda Riau.


Tim Ditreskrimsus Polda Riau yang melakukan penyelidikan atas kasus tersebut berhasil menangkap HG di Desa Pasar Baru, Kecamatan Pagean, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). HG ditangkap sekitar pukul 06.30 WIB, Minggu, 21 Oktober 2018.

"Tim yang melakukan penggeledahan, menemukan sejumlah barang bukti," ungkap Sunarto.

Modus pelaku dengan menggesek kartu ATM BNI46 miliknya ke mesin EDC BNI46 untuk mentransfer dana ke rekening istrinya. Masing-masing di Bank Mandiri, BRI Syariah, dan BCA.

"Saat mentransfer dana menggunakan mesin EDC BNI46, uang di rekening istrinya bertambah namun uang di rekening pengirim (pelaku) justru tidak berkurang," jelas Sunarto.

Ini merupakan kasus pertama yang berhasil diungkap Ditreskrimsus Polda Riau. HG beraksi 32 kali dalam kurun tiga hari. Jumlah transaksi bervariasi, mulai Rp5 juta hingga Rp20 juta lebih.

"Jumlah uang yang ditransfer ke rekening istrinya mencapai Rp563 juta," ungkap Sunarto.

Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Pol Kombes Pol Gidion Arif Setiawan menambahkan total seluruh uang yang berhasil ditarik pelaku, digunakan untuk membeli mobil Toyota Rush Sportivo, membayar utang, membeli bahan bangunan untuk membangun ruko.

"Kami juga menyita uang tunai Rp125 juta," ujar Gidion.

Pelaku berprofesi sebagai penjual barang elektronik. HG juga mendapat kepercayaan dari BNI46 menjadi agen di Desa Pasar Baru, Kuansing. Sebagai agen, pelaku mendapat fasilitas berupa mesin EDC BNI46 untuk membantu pekerjaannya dalam kelancaran transaksi perbankan dengan konsumen atau pelanggan.

Gidion belum mau membeberkan cara kerja pelaku mentransfer dana dengan cara membobol dana BNI 46 sebesar Rp563 juta karena hal itu masuk dalam teknis penyidikan dan pembuktian.

"Belum bisa kami sampaikan. Karena masuk dalam materi pembuktian," ujarnya. Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti, tiga kartu ATM, tiga unit Hp, empat buku tabungan, dua laptop, satu unit komputer dan CPU, mobil Toyota Rush, dan uang tunai Rp125 juta.

HG dijerat pasal 85 junto pasal 82 Undang-Undang RI No 3 tahun 2011 tentang transfer dana dengan ancaman hukuman lima tahun kurungan penjara dan denda paling banyak Rp5 miliar.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id