Danlanal Batam dan perwakilan KKP Batam menunjukkan barang bukti baby lobster yang berhasil diamankan, Kamis, 21 Maret 2019.
Danlanal Batam dan perwakilan KKP Batam menunjukkan barang bukti baby lobster yang berhasil diamankan, Kamis, 21 Maret 2019. (Anwar Sadat Guna)

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Anak Lobster Senilai Rp46 Miliar

penyelundupan
Anwar Sadat Guna • 21 Maret 2019 17:17
Batam: Personel Fleet One Quick Response (F1QR) Komando Armada (Koarmada) I menggagalkan penyelundupan benih atau anak lobster senilai Rp46,1 miliar, di Perairan Sugi, Batam, Provinsi Kepri, Kamis, 21 Maret 2019. 
 
Komandan Lanal (Danlanal) Batam, Kolonel Laut (P) Alan Dahlan mengatakan, benih lobster tersebut disimpan dalam 36 boks styrofoam yang siap dibawa pelaku ke Singapura. "Nilainya ditaksir mencapai Rp46,1 miliar," ujar Alan di Mako Lanal Batam, Kamis, 21 Maret 2019.  
 
Ia mengatakan, kasus itu terungkap saat Tim F1QR Koarmada I mendapatkan informasi upaya penyelundupan benih lobster menggunakan speed boat dari perairan Batam menuju Singapura.  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan informasi itu, kata Alan, Tim Gabungan F1QR terdiri dari Den Intel Koarmada I, Guskamla Koarmada I, Lantamal IV, dan Lanal Batam langsung bergerak memburu pelaku. 
 
Upaya tersebut membuahkan hasil dengan terlihatnya speed boat tanpa nama melaju kencang di sekitar perairan Sugi. Speed boat itu mengarah ke Singapura. "Tim langsung bergerak dan melakukan penyekatan pada target operasi," ujarnya.  
 
Merasa terkepung oleh dua speed boat Tim F1QR Koarmada I, terduga pelaku berusaha kabur dengan cara mengandaskan speed boatnya di kawasan hutan bakau sekitar perairan Sugi. "Pelaku melarikan diri ke hutan bakau dan meninggalkan speed boatnya di lokasi," ungkap Alan.
 
Petugas yang memeiksa kapal menemukan barang bukti 36 kotak styrofoam berisi benih lobster. "Keberhasilan ini merupakan kedua kalinya yang dilaksanakan Tim Gabungan F1QR. Adapun pelaku penyelundupan tidak dapat ditangkap karena melarikan diri," ujarnya. 
 
Selanjutnya Lanal Batam berkoordinasi dengan KKP Batam untuk menyerahkan barang bukti. Saat dilakukan pencacahan di Karantina KKP Batam, baby lobster jenis pasir sebanyak 295.236 ekor, jenis mutiara sejumlah 9.118 ekor. Total keseluruhan mencapai 304.354 ekor.
 
Alan menambahkan, total estimasi penyelamatan baby lobster jenis pasir sebesar Rp44.285.400.000 dan jenis mutiara sebesar Rp1.823.600.000. " Dengan total estimasi penyelamatan SDI senilai Rp46.109.000.000. Nantinya baby lobster ini dilakukan pelepas liaran/konservasi di wilayah Natuna, tepatnya di daerah Pulau Senoa," pungkas Alan.
 
Sebelumnya, Tim F1QR Lanal Batam dan Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu (SKIPM) Batam menggagalkan penyelundupan baby lobster senilai Rp37,2 miliar, Selasa, 12 Maret 2019. Jumlah baby lobster yang hendak diselundupkan sekitar 245 ribu ekor.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif