Tanggap Darurat Banjir di Sumbar Wewenang Pemda
Banjir di Tanah Datar, Sumatera Barat. (Foto: Dok.BNPB)
Jakarta: Banjir bandang yang menerjang Sumatera Barat sedikitnya menewaskan 8 orang. Dua orang lainnya dinyatakan hilang dan hingga kini masih dilakukan pencarian.

"Yang mengungsi belum dapat kami hitung tetapi tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan BPBD setempat sedang melakukan pendataan," ujar Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Arbi dalam Metro Pagi Primetime, Sabtu, 13 Oktober 2018.

Nasrul mengatakan pascabencana yang paling penting untuk segera dilakukan dalam masa tanggap darurat adalah pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan, pakaian, dan air bersih. Terkait status tanggap darurat, Pemerintah Provinsi Sumbar memberikan tanggung jawab itu secara penuh ke pemda dan pemkot setempat.


"Tanggap darurat semuanya pada tingkat pemkab dan pemkot. Silakan bupati dan wali kota menentukan mau 7 hari, 14 hari, disesuaikan saja," ungkapnya.

Selain status pemerintah juga bertanggung jawab menyediakan tempat tinggal sementara untuk para korban. Ia membebaskan pemda untuk bekerja sama dengan Badan Amil Zakat apabila anggaran daerah tidak mencukupi untuk menyediakan tempat tinggal.

"BAZ bisa bantu kalau APBD tidak mampu. Terpenting kita harus membantu mengembalika supaya kehidupan korban bisa normal kembali," jelasnya. 





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id