Luhut Menilai Penyelenggara dan Pengawas Kapal Tidak Disiplin

Farida Noris 22 Juni 2018 16:49 WIB
kapal tenggelam
Luhut Menilai Penyelenggara dan Pengawas Kapal Tidak Disiplin
Keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun menunggu di dermaga Pelabuhan Tigaras, Danau Toba, Simalungun, Sumut. (Medcom.id/Farida N)
Simalungun: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menduga, tenggelamnya KM Sinar Bangun karena tidak disiplinnya penyelenggara dan pengawas angkutan kapal. 

"Saya terus memantau perkembangan evakuasi korban di lapangan melalui, Menteri Perhubungan, Basarnas, para Bupati dan aparat terkait," kata Luhut melalui keterangan tertulis, Jumat 22 Juni 2018.

Luhut menyebutkan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih menginvestigasi sebab karamnya KM Sinar Bangun. Luhut pun setuju langkah Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menindak pihak yang terbukti bersalah. 


"Hukum harus ditegakkan kepada siapa saja yang melakukan kelalaian pada kecelakaan ini tak terkecuali penyelenggara," pungkas Luhut.

Luhut menilai, memperbaiki sistem penyelenggaraan kapal hanya seperti pepesan kosong. Lantaran kecelakaan kapal berulang kali terjadi, termasuk di Danau Toba. "Kalau penyelenggara disiplin dalam memprioritaskan keamanan penumpang dengan mengangkut jumlah penumpang tidak lebih dari kapasitas, memperhatikan laporan cuaca dan peringatan dari BMKG dan tidak lalai dalam pengawasan tentu kecelakaan seperti ini bisa dihindar," tegas Luhut.

Luhut menyebut, saat ini pemerintah tengah fokus membangun lima dermaga di Danau Toba. Dia mengatakan, fasilitas dan infrastruktur di sekitar Danau Toba harus mengikuti peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. 

"Ini harus dievaluasi dan diperbaiki. Semoga kecelakaan ini menjadi yang terakhir dan pelajaran untuk kita semua." tandasnya. 




(LDS)