Keluarga korban KM Sinar Bangun menunggu kabar di Dermaga Tigaras, Simalungun. Medcom.id/Farida Noris
Keluarga korban KM Sinar Bangun menunggu kabar di Dermaga Tigaras, Simalungun. Medcom.id/Farida Noris (Farida Noris)

Keluarga Korban KM Sinar Bangun Setia Menanti Kabar

kapal tenggelam
Farida Noris • 22 Juni 2018 06:52
Medan: Martino Hutagalung, masih setia menunggu kabar adik perempuannya yang turut jadi korban tenggelamnya KM Sinar Bangun. Ia tak lelah menanyai petugas posko soal kondisi terkini pencarian.
 
"Sudah saya tanyain disuruh bersabar aja saya, ya kita harus bersabar," kata Martino di Dermaga Tigaras, Simalungun, Sumatera Utara, Kamis, 21 Juni 2018. 
 
Martino bercerita, adik perempuannya tengah berlibur dengan tunangannya menumpang kapal nahas itu. Terakhir memberi kabar, kata Martino, adiknya bilang kapal goyang dan banyak angin. "Lalu sudah tidak aktif lagi."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Opung R Silaen juga masih setia menanti kabar anaknya yang turut jadi korban KM Sinar Bangun. Opung rela bermalam di Dermaga demi mendapat kepastian kondisi sang anak.
 
"Anak saya kuliah di Medan. Tapi dia ke sini untuk jalan-jalan. Inilah masih menunggu kabar bagaimana selanjutnya. Kalau pulang lagi ke rumah, sangat jauh, makanya saya bermalam di sini," ujar warga Sidamanik ini.
 
Martino dan Opung adalah dua dari ratusan keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun yang berdatangan ke Dermaga Tigaras. Mereka mencari informasi dan melaporkan identitas keluarga yang diduga ikut di kapal nahas tersebut.
 
Keluarga Korban KM Sinar Bangun Setia Menanti Kabar
Keluarga korban KM Sinar Bangun tidur beralaskan seadanya di Dermaga Tigaras
 
Para keluarga korban tetap rela menunggu di dermaga, kendati fasilitas amat minim. Pantauan Medcom.id, para keluarga korban terpaksa tidur di lantai dan meja. Mereka terbaring hanya beralaskan tikar di Posko Informasi Media Center.
 
Para keluarga korban juga harus merasakan angin kencang dan malam yang dingin. Sebab, tenda-tenda dan tempat beristirahat yang layak tak tampak disediakan.
 
KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba, saat berlayar dari Pelabuhan Simanindo (Samosir) tujuan Tigaras (Simalungun), Senin 18 Juni 2018 sekitar pukul 17.30 wib. Kapal kayu ini tenggelam sekitar 1 mil laut dari Pelabuhan Tigaras. Kapal tenggelam diduga akibat kelebihan muatan. 
 
Jumlah penumpang KM. Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba Senin 18 Juni 2018 sekitar pukul 17.30 wib, terus bertambah. Hingga kini ada 189 orang penumpang kapal yang belum ditemukan berdasarkan laporan masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya. Sedangkan jumlah korban yang ditemukan dalam keadaan hidup ada 18 orang, dan korban yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa ada tiga orang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif