Alhamdulillah, Mimpi Listrik 24 Jam Akhirnya Terkabul

Anwar Sadat Guna 23 Oktober 2018 22:27 WIB
listrikpln
<i>Alhamdulillah, Mimpi Listrik 24 Jam Akhirnya Terkabul</i>
General Manager (GM) Service Bussiness Unit PLN Batam, Fransis Al Zauhari saat meresmikan penyambungan listrik di salah satu rumah warga Kelurahan Sijantung, Galang, Kota Batam, belum lama ini. Medcom.id/Anwar Sadat Guna
Batam: Haru bercampur gembira. Itulah yang dirasakan Soni, 43, warga Desa Sijantung, Kelurahan Sijantung, Kecamatan Galang, Kota Batam. Desa yang gelap gulita selama puluhan tahun akhirnya terang benderang setelah PT Pelayanan Listrik Nasional  (PLN) Batam mengalirkan listrik di wilayah tersebut.

Dengan mata berkaca-kaca, Soni menyampaikan rasa syukurnya. Listrik menyala 24 jam seperti yang diidam-idamkan selama ini.

"Kami mengucap syukur. Ini anugerah luar biasa yang kami rasakan. Setelah puluhan tahun kampung kami gelap, kini telah teraliri listrik selama 24 jam," ujar Soni, saat ditemui di Kantor Lurah Sijantung, Kecamatan Galang.   


Selama ini, kata pria yang bekerja sebagai buruh bangunan ini, warga Sijantung hanya menikmati listrik sekitar enam jam dari pukul 18.00-24.00 WIB. Sumber listrik berasal dari generator set peninggalan Badan Pengusahaan (BP) Batam yang dulu bernama Otorita Batam.

"Pekerjaan di rumah lancar. Anak-anak juga bisa belajar dengan tenang," ujarnya.

Ungkapan rasa syukur juga datang dari Rohimah, 45, warga Desa Sijantung. Ia bahkan antusias kala mengetahui desanya akan dialirkan listrik selama 24 jam.

Kehadiran listrik PLN Batam, kata wanita berhijab ini, membuat warga, terutama ibu-ibu bisa mencari penghasilan tambahan untuk menghidupi keluarga.  "Kami bisa buka usaha, misalnya jualan kue, jualan es, atau usaha lainnya," ujarnya.

Rohimah terbilang sudah lama menetap di Sijantung, sejak 1973. Saat itu, desanya belum ada listrik. Setiap malam warga hanya ditemani penerangan dari lampu pelita.

"Masuknya Otorita Batam (kini BP Batam), kampung kami mulai teraliri listrik. Namun hanya enam jam, dari pukul 18.00 hingga 24.00 WIB. Sekarang, Alhamdullillah rumah kami teraliri listrik selama 24 jam," ujarnya.  

Lurah Sijantung, Danang Prilasandi, juga tak bisa menyembunyikan perasaan gembiranya. Ia juga mengucap syukur masyarakat Sijantung akhirnya bisa menikmati listrik setelah puluhan tahun.

"Program penyambungan listrik ke daerah kami, ini yang diidam-idamkan warga selama ini," ujarnya.

Warga mulai merasakan dampaknya setelah listrik menyala 24 jam. Banyak pekerjaan rumah tangga tak lagi tertunda. Ekonomi rumah tangga, kata Danang, juga terbantu karena warga bisa membuka usaha di rumah.

Tanggung jawab besar

Direktur Utama bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura mengatakan, PLN Batam terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pasokan listrik dengan beberapa program yang memudahkan masyarakat menikmati listrik. Salah satunya, yakni program sambung baru dan naik daya gratis.

"Sudah menjadi kewajiban PLN Batam untuk melistriki pulau di Batam. Ini menjadi tanggung jawab sosial PLN Batam karena listrik sangat dibutuhkan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat," ujarnya.  

Target bright PLN Batam, sambung Dadan, semua kepulauan di Batam dapat teraliri listrik pada 2019 mendatang. "PLN Batam tidak diukur dari rasio elekrifikasi, tetapi tanggung jawab moral dan sosial juga melekat di PLN Batam," ujarnya.

Rasio elektrifikasi di Pulau Batam telah mencapai 98,4 persen, termasuk sambungan listrik ke pulau-pulau sekitar Batam. Ini merupakan rasio elektrifikasi tertinggi di wilayah Kepri. Selebihnya yakni 1,6 persen lagi, ditargetkan terealisasi pada tahun 2019 mendatang.  

General Manager Service Bussiness Unit PLN Batam, Fransis Al Zauhari berharap agar masyarakat Sijantung dapat memanfaatkan listrik sebaik mungkin. "Kalau malam dan lampu sudah tidak digunakan lagi sebaiknya dimatikan, dan jangan lupa membayar listrik tepat waktu," ujarnya.

Fransis juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan listrik secara ilegal.

Selain mengalirkan listrik ke beberapa wilayah di Pulau Rempang dan Pulau Galang, PLN Batam juga mengalirkan listrik ke Pulau Belakangpadang sebesar 20 Mega Watt (MW) dan Pulau Bintan sebesar 70 MW. Kapasitas daya listrik di Pulau Bintan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang, termasuk di kantor pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Pulau Dompak.

Jumlah pelanggan PLN Batam saat ini mencapai 300 ribu pelanggan. Pelanggan tersebut, terdiri dari; pelanggan rumah tangga, industri, dan sosial. Total kapasitas daya tersedia saat ini mencapai 519 MW, dengan beban puuncak Batam-Bintan sebesar 430 MW.

Untuk melayani seluruh pelanggan, PLN Batam mengoperasikan beberapa mesin pembangkit, di antaranya; Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Baloi, Batuampar, Sekupang, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasam, Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Panaran, dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tanjunguncang.

PLN Batam juga memiliki empat kantor area pelayanan di Batam, yakni Area Pelayanan Batam Centre, Area Pelayanan Nagoya, Area Pelayanan Tiban, dan Area Pelayanan Batuaji.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id