400 KK Terisolasi akibat Banjir Bandang di Natal
Akses menuju Desa Sikara-kara IV, Natal, Sumatera Utara, yang diapit dua sungai besar terputus. Istimewa
Medan: Hujan deras mengguyur Kecamatan Natal, Sumatera Utara, dan sekitarnya sejak Jumat siang, 12 Oktober 2018, hingga malam. Sebagian daerah wilayah pesisir ini terendam banjir hingga ketinggian 150cm

Desa Sikara-kara IV, Natal, yang diapit dua sungai besar menjadi wilayah yang terparah. Desa yang dihuni sekitar 400an Kepala Keluarga (KK) ini terendam air sedada orang dewasa dan terisolasi.

Warga yang tinggal di lokasi meminta dievakuasi dan dikirimkan pangan sesegera mungkin.


Salah seorang warga Desa Sikara-kara IV, Widat, mengatakan terendam banjir sepinggang hingga dada orang dewasa. "Dua sungai yang mengapit desa ini meluap dan merendam rumah warga," kata Widat, Sabtu, 13 Oktober 2018.


Desa Sikara-kara IV, Natal, Sumatera Utara, yang diapit dua sungai besar menjadi salah satu wilayah yang terdampak parah. Istimewa


Warga, kata Widat, mencoba bertahan dengan pindah ke rumah yang lebih tinggi. Tak ada dataran yang bisa dipakai warga untuk mengungsi.

Warga membutuhkan pangan untuk anak-anak dan orang tua. Mereka berharap segera dievakuasi jika air tidak surut.

Husni Iskandar, salah seorang warga Natal, telah mencoba memberikan bantuan dengan menggerakkan pemuda. Namun, pergerakan relawan terbentur akses yang terputus.

"Kita masih mengupayakan perahu bisa ke sini dan mengantar jemput warga yang membutuhkan pertolongan," pungkas Husni.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id