14 Tersangka Pengrusak Kantor Panwaslih Taput Ditahan
ilustrasi Medcom.id
Medan: Kepolisian Daerah Sumatera Utara menahan 14 orang tersangka kerusuhan yang terjadi di Kantor Panwaslih Tapanuli Utara (Taput) yang terjadi pada, Senin, 17 Juli 2018. Dalam bentrokan itu, Kantor Panwaslih Tapanuli Utara rusak dan sejumlah aparat keamanan luka-luka.

"Dari sebelumnya 17 orang yang diamankan, saat ini telah ditetapkan sebanyak 14 orang jadi tersangka. Mereka kini telah ditahan di Polda," kata Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara (Sumut) AKBP MP Nainggolan, Jumat, 20 Juli 2018.

Dia menyebutkan saat ini, ke 14 tersangka sedang diperiksa guna dilakukan penanganan lebih lanjut. Sedangkan tiga orang lainnya telah dipulangkan.


"Jadi ada tiga orang yang dipulangkan karena tidak terbukti terlibat. Ketiganya yakni, Supriadi Hutabarat, Robet Hutabarat, dan Josua Matondang," jelasnya.

Nainggolan bilang, ke 14 tersangka tersebut, masing masing, Viktor Gultom (28) warga Desa Lumban Holbung Kecamatan Pahae Jae, Biliher Hutabarat (60) warga Desa Hapoltahan Kecamatan Tarutung, Teddy Simanungkalit (46) warga Desa Simanungkalit Kecamatan Sipoholon, dan Samuel Sipahutar (22) warga Desa Silangkitang, Sipoholon.

Lalu Christian Ritonga (18) warga Desa Simorangkir Habinsaran Kecamatan Siatas Barita, Timbul Hutabarat (57) warga Desa Lumban Siagian Kecamatan Siatas Barita, Tolkas Hutahuruk (42) warga Desa Siraja Oloan Kecamatan Tarutung, Diego Maradona Simorangkir (19) warga Desa Enda Portibi Kecamatan Siatas Barita, Thompson Hutabarat (52) warga Partali Julu dan Lamhot Purba (47) warga Kecamatan Pagarang.

Kemudian Parlaungan Hutabarat (58) warga Hutaborat Kecamatan Tarutung, Rudi Tulus Panggabean (46) warga Desa Lumban Siagian Julu Kecamatan Siatas Barita, Joel Parningotan Harahap (19) warga Kecamatan Hutagalung, serta Bangkit Tambunan (31) warga Dusun Bonan Dolok Desa Selamat Kecamatan Purbatua.

Seperti diketahui, aksi unjukrasa yang berujung bentrokan pasca Pilkada Taput terjadi pada Senin 17 Juli 2018. Ratusan massa melakukan aksinya dengan membawa peti mati dan membakar ban di tengah jalan. Mereka memprotes penanganan Panwaslih terhadap dugaan kecurangan pada pelaksanaan Pilkada Taput.

Pendemo memblokir Jalinsum (Jalan Lintas Sumatera) SipoholonTarutung serta melempari Kantor Panwaslih Taput dengan batu dan bom molotov. Akibatnya, Kantor Panwaslih rusak. Kaca jendelanya pecah dan dinding bagian atasnya jebol. Satu personel kepolisian terluka di bagian kepala akibat lemparan batu. Selanjutnya polisi menangkap 17 orang yang diduga terlibat dalam kerusuhan itu.

Pilkada Taput ini diikuti tiga pasangan calon yakni: Nikson Nababan-Sarlandy Hutabarat (petahana), Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat-Frengky P Simanjuntak, dan Chrismanto Lumbantobing-Hotman P Hutasoit.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id