Ilustrasi ATM (anjungan tunai mandiri) Center. Foto: Antara/Yudhi Mahatma
Ilustrasi ATM (anjungan tunai mandiri) Center. Foto: Antara/Yudhi Mahatma (Anwar Sadat Guna)

Empat Nasabah BRI Batam Jadi Korban Skimming

kasus pembobolan dana Skimming
Anwar Sadat Guna • 26 Maret 2018 21:15
Batam: Sebanyak empat nasabah BRI Cabang Batam menjadi korban kejahatan skimming, atau penggandaan data rekening. Total kerugian yang dialami keempat nasabah itu mencapai Rp14 juta.
 
BRI mengganti seluruh kerugian nasabah. "Keempat nasabah telah melaporkan dugaan kejahatan skimming yang mereka alami. Ada nasabah yang mengalami kejadian itu pada Januari 2018, namun baru dilaporkan Maret kemarin," ungkap Pimpinan BRI Kantor Cabang Nagoya, Kota Batam, Rory L Toruan, Senin, 26 Maret 2018.
 
Rory mengatakan, umumnya para korban tersebut mengaku tidak tahu karena tiba-tiba uang di rekening mereka berkurang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tanpa melakukan transaksi, tiba-tiba saja datang tagihan online. Tanpa sadar ada yang menghubungi mereka dan meminta tiga angka di belakang yang tertera di kartu ATM," jelas Rory .  
 
Tiga angka di belakang yang tertera pass kartu ATM merupakan angka rahasia yang tidak boleh diberikan kepada siapapun. "Tiga angka itu biasa juga disebut Card Verification Code (CVC)," ujarnya.
 
Atas laporan yang diterima dari nasabah tersebut, BRI telah mengganti semua kerugian yang dialami sebesar Rp14 juta. "Sudah kami ganti," kata Rory. Mengantisipasi kejahatan serupa menimpa nasabah BRI lainnya di Batam, pihak BRI Cabang Nagoya meminta nasabah mengganti kartu ATM atau pin.
 
"Pelanggan yang kami imbau untuk mengganti ATM dan pin adalah pelanggan yang paling sering melakukan transaksi. Kami kategorikan mereka sebagai nasabah yang berpotensi diserang skimmer," ungkap Rory.
 
Pihaknya belum dapat merinci jumlah nasabah yang berpotensi diserang skimmer namun semakin banyak nasabah BRI yang mengganti kartu ATM atau pinnya, sambung Roby, justru semakin bagus. BRI juga tidak membatasi jumlah nasabah yang mengganti kartu.
 
Pada Sabtu-Minggu, 24-25 Maret 2018, sebanyak 580 nasabah BRI Cabang Nagoya telah mengganti kartu ATM, termasuk pin, BRI Cabang Batam Centre sebanyak 735 nasabah, dan BRI Cabang Tanjungpinang sekitar 736 nasabah. Jumlah tersebut akan terus bertambah.
 
"Khusus untuk hari Senin ini, kami belum menghitung jumlahnya. Pelayanan penggantian ATM maupun pin tetap kami buka selama hari kerja. Termasuk hari Sabtu-Minggu," ungkapnya.
 
Rory menjamin nasabah yang telah mengganti kartu ATM maupun pin tidak mudah diserang pelaku kejahatan skimming. Sebab, BRI sudah menanamkan chip di kartu ATM yang baru tersebut. Di chip itu terdapat data profil nasabah yang tidak mudah dibobol.
 
"Pemasangan chip ini juga sesuai arahan dan permintaan OJK untuk melindungi nasabah dari tindak kejahatan cyber crime," jelasnya. Ditambahkan Rory, manajemen BRI di Batam merespon dan mengantisipasi dengan cepat kejahatan skimming agar tidak menimpa nasabah BRI di Batam, dan Kepri umumnya.
 
"Mengapa kami yang tercepat karena BRI Pusat menganggap kami yang paling siap melayani penggantian kartu ATM dan pin nasabah. Terlebih, transaksi online nasabah kami juga banyak dilakukan  di Batam," ungkapnya.
 
Eka, seorang nasabah sempat mengeluh karena kartu ATM-nya tiba-tiba tidak bisa digunakan untuk transaksi pada Minggu, 25 Maret 2018. Tak lama kemudian, dia mendapatkan SMS untuk mengganti kartu ATM ke kantor BRI terdekat.
 
"Hari Jumat, 23 Maret 2018 masih bisa digunakan. Hari Minggu saya mau pakai lagi untuk transfer, tetapi sudah tidak bisa. Nasabah lain juga mengeluhkan hal yang sama. Tak lama berselang SMS masuk meminta kami mengganti ATM yang baru," ujarnya saat ditemui Medcom. Id, di Kantor BRI Cabang Nagoya.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif