Polda Riau Sita 38 Kg Sabu dan 68.070 Butir Ekstasi
ilustrasi Medcom.id
Pekanbaru: Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau bersama Polresta Pekanbaru mengungkap peredaran gelap narkoba di Provinsi Riau. Barang bukti yang berhasil disita, 38 kilogram (kg) sabu dan 68.070 butir pil ekstasi. Empat orang ditangkap dalam kasus ini.  

Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo mengungkapkan, barang bukti narkoba tersebut disita di tiga lokasi berbeda, yakni di Jl Arifin Ahmad Kota Pekanbaru, Bandara Sultan Syarif Kasim, dan Kota Dumai. Empat orang yang ditangkap adalah jaringan atau sindikat narkoba yang beroperasi di wilayah Sumatera dan Pulau Jawa. 

"Kurang lebih dua bulan kami melakukan pengembangan, Ditresnarkoba Polda dan Polresta Pekanbaru akhirnya berhasil mengungkap peredaran gelap narkoba. Jumlah barang bukti yang diamankan kali ini terbilang besar untuk wilayah Riau," ungkap Widodo saat konferensi pers di Mapolda Riau, Kamis, 25 Oktober 2018.  


Tersangka yang berhasil ditangkap di Jl Arifin Ahmad, yakni pelaku berinisial FZ. Dari tangan tersangka, polisi menyita 20 kg sabu dan 50 ribu butir pil ekstasi. FZ memasukkan narkoba tersebut ke dalam tas besar merek Bruno Cavalli dan disembunyikan di bagian bagasi mobil Toyota Camry yang sudah dimodifikasi. 

"Narkoba tersebut rencananya akan dibawa tersangka dari Pekanbaru ke Jakarta melalui jalan darat. Tersangka berhasil tangkap 16 Oktober 2018," ungkap Kapolda. Sebelum menangkap FZ, polisi lebih dulu menangkap tersangka RA di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Dumai, Provinsi Riau. 

Dari tangan tersangka RA, jajaran Ditresnarkoba Polda Riau menyita barang bukti narkoba seberat 5 kg. Sabu yang dikemas dalam bungkus plastik dan diletakkan di kursi tengah mobil Toyota Avanza. 

"Barang haram ini akan dibawa dari Dumai ke Pekanbaru melalui jalur darat," ungkapnya. 

Dua tersangka lainnya yang berhasil ditangkap yakni pria berinisial MK dan MS. Kedua warga Surabaya, Jawa Timur (Jatim) itu masing-masing dibekuk polisi di Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru dan lobby Evo Hotel Pekanbaru, 23 Oktober 2018. 

"Dari tangan keduanya, Ditresnarkoba Polda Riau dan Polresta Pekanbaru berhasil menyita barang bukti sabu seberat 8.867 gram dan 18.070 butir pil ekstasi. Narkoba tersebut rencananya dibawa ke Surabaya," ujar Dirresnarkoba Polda Riau Kombes Pol Hariyono, yang hadir dalam konferensi pers tersebut. 

Pekanbaru Zona Merah 

Kapolda menambahkan, Riau adalah salah satu dari sekian provinsi yang rawan menjadi lokasi peredaran narkoba. Riau, kata Widodo, sejauh ini masih menjadi daerah lalu lintas peredaran narkoba, belum sebagai wilayah atau tempat memproduksi narkoba. 

"Wilayah kita (Riau) dekat dengan Selat Malaka sehingga sangat memungkinkan peredaran narkoba masuk dari situ (Selat Malaka). Terlebih ada banyak pelabuhan tikus (ilegal) yang menjadi pintu masuk para sindikat narkoba," ungkapnya. 

Widodo meminta masyarakat turut berperan aktif mencegah dan memberantas peredaran gelap narkoba. "Tak cukup hanya dari pengungkapan polisi saja, tetapi perlu ada pemahaman kepada masyarakat bahwa ini ancaman yang harus dilawan bersama," ujar Widodo, didampingi Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto dan Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto.  

Widodo menambahkan, di Provinsi Riau, Kota Dumai dan Kota Pekanbaru masuk dalam zona merah peredaran gelap narkoba, termasuk sejumlah wilayah pesisir.  "Polisi tetap akan berada di garda terdepan dalam memberantas peredaran narkoba. Kami akan terus mempertahankan fisik dan psikis untuk meminimalisir perdaran narkoba di wilayah ini," ujarnya.   

Dari Barang bukti sabu seberat 38 kg yang disita polisi, tambah Widodo, setidaknya bisa menyelamatkan 178 ribu jiwa. Selain itu, sebanyak 68.070 jiwa juga berhasil diselamatkan dari ancaman penggunaan 68.070 pil ekstasi yang disita polisi dari tangan para sindikat. 



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id