Diperiksa KPK, Muchrid Nasution Pulangkan Uang Suap
Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Golkar Muchrid Nasution usai diperiksa penyidik KPK di Kantor Kejati Sumut, Rabu, 23 Mei 2018. Medcom.id/Farida Noris
Medan: Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Golkar, Muchrid Nasution, mengaku akan mengembalikan uang Rp2,5 juta ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Uang itu berasal dari tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

"Rencananya hari ini uang Rp2,5 juta itu saya kembalikan ke KPK," ucap Muchrid Nasution usai diperiksa penyidik KPK di Kantor Kejati Sumut, Rabu, 23 Mei 2018.

Muchrid mengaku sudah kali ketiga diperiksa KPK sebagai saksi untuk 38 tersangka anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan periode 2014-2019. Pemeriksaan tetap berkaitan dengan suap interpelasi dan pembahasan APBD.


"Pertanyaannya masih seperti yang lama, itu-itu juga ditanya," ujar Anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 itu.

Tak hanya Muchrid, sejumlah anggota dewan lainnya juga memenuhi panggilan penyidik KPK untuk diperiksa sebagai saksi seperti Syamsul Bahri (Golkar), Ari Wibowo (Gerindra), dan Alamsyah Hamdani (PDI Perjuangan).

Beberapa nama lain yaitu Putri Susi Melani Daulay , (Golkar), Sri Kumala (Gerindra), Sampang Malem (Golkar), Aji Karim (Gerindra) dan Ketua DPW PPP Sumut Yulizar Parlagutan Lubis.

Aji Karim saat mendatangi Kantor Kejati Sumut mengaku juga diperiksa. Akan tetapi ia enggan menjelaskan lebih jauh pemerikaaan itu. Sementara Yulizar Parlagutan Lubis tampak menggunakan alat bantu jalan dan kursi roda saat mendatangi Kejati Sumut.

"Iya saya diperiksa," ujarnya.

KPK memanggil 23 saksi pada Rabu, 23 Mei 2018. Sebagian besar di antaranya menjabat anggota DPRD Sumut. Pemeriksaan akan dilakukan di kantor Kejati Sumut.

Sejauh ini sekitar 195 saksi diagendakan untuk diperiksa untuk 38 orang tersangka dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji dari mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho.



(SUR)