814.383 Pemilih di Sumut Terancam tak Bisa Mencoblos
Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD dengan KPU Sumut.
Medan: Sebanyak 814.383 pemilih di Sumatera Utara belum merekam data KTP elektronik. Banyaknya warga yang belum melakukan perekaman KTP-el menjadi kerawanan dalam pelaksanaan Pilgub Sumut. 

"Yang belum merekam data KTP elektronik segera melakukan perekaman. Karena ini untuk persyaratan mereka untuk didaftarkan sebagai pemilih pada Pilgub Sumut 2018," kata Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sumut, Selasa, 17 April 2018.

Mulia menyebutkan syarat untuk menjadi pemilih adalah memiliki KTP-el atau surat keterangan sementara. Karena itu, pihaknya berharap agar DPRD Sumut juga mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera menyelesaikan persoalan ini. 


"Sebab dalam waktu dekat KPU akan menggelar pleno terbuka penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada 21 April 2018. Jika sampai pada tanggal tersebut tidak ada perubahan jumlah warga yang sudah merekam data KTP-el, maka dengan terpaksa kami tidak dapat mengakomodasi mereka sebagai pemilih," urainya.

Mulia menambahkan kerawanan ini juga berkaitan dengan logistik pemilu yang akan ditenderkan. Apalagi tender logistik akan disesuaikan dengan data pemilih. 

"Sehingga jika pada saat hari H mereka kemudian datang dengan membawa KTP atau suket, maka kami khawatir akan membuat logistik surat suara akan kurang," pungkasnya.

RDP dipimpin oleh Ketua Komisi A Nezar Djoeli dan dihadiri oleh anggota KPU Sumut lainnya, Yulhasni dan Benget Silitonga. Kapolrestabes Medan Dadang Hartanto dan Wakapolres Belawan Kompol M Taufik.




(ALB)