Pesawat Ethopian Airlines dikejar dan dipaksa mendarat oleh F-16 milik TNI AU, Senin, 14 Januari 2019.(Foto-foto TNI AU)
Pesawat Ethopian Airlines dikejar dan dipaksa mendarat oleh F-16 milik TNI AU, Senin, 14 Januari 2019.(Foto-foto TNI AU) (Anwar Sadat Guna)

Enam Awak Pesawat Ethiopian Airlines Masih Diperiksa

pesawat
Anwar Sadat Guna • 15 Januari 2019 17:38
Batam: Pemeriksaan terhadap awak dan pilot pesawat Ethiopian Airlines masih berlangsung di Bandara Hang Nadim Batam, Selasa, 15 Januari 2019. Sebanyak enam awak pesawat jenis Boeing 777 itu diperiksa tim penyidik Lanud Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang. 
 
Kepala Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Bandara Hang Nadim Batam, Suwarso, mengatakan hingga sore ini proses pemeriksaan terhadap kru pesawat Ethiopian Airlines masih berlanggsung. Mereka diperiksa di Bandara Hang Nadim Batam. 
 
"Jumlah awak pesawat ada 6 orang, yakni pilot, kopilot, dan empat orang kru kabin pesawat. Saat ini pemeriksaan masih berlangsung," ujar Suwarso kepada Medcom.id, Selasa, 15 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suwarso mengatakan, otoritas bandara tidak dilibatkan dalam proses pemeriksaan terhadap awak pesawat jenis kargo tersebut. Proses hukum, administrasi dan penyelidikan, kata dia, sepenuhnya dilakukan TNI AU. 
 
"Kami terlibat jika hanya dibutuhkan. Untuk proses penyelidikan sepenuhnya dilakukan TNI AU." ujarnya. Pihaknya hanya sesekali memantau proses pemeriksaan. Peran otoritas bandara, menurut Suwarso, berupaya agar para awak pesawat asing itu tak merasa tertekan.
 
"Kami berupaya membuat mereka (kru Ethiopian Airlines) happy agar tidak merasa tertekan menjalani pemeriksaan," ujarnya. Sementara itu, pesawat Ethiopian Airlines masih parkir di apron Bandara Hang Nadim, tepatnya di depan gedung VVIP bandara. 
 
Pesawat itu belum diizinkan terbang oleh TNI AU. Sebelumnya, Kadispen TNI AU Marsekal Pertama (Marsma) Novyan Samyoga, mengatakan, pesawat dengan nomor registrasi ET-AVN tersebut dipaksa mendarat oleh F-16 TNI AU di Bandara Hang Nadim Batam. 
 
Ethiopin Airlines dipaksa mendarat karena memasuki wilayah kedaulatan udara yurisdiksi Indonesia tanpa dilengkapi Flight Clearance (FC).
 
"Pesawat Ethiopian Airlines berangkat dari Addis Ababa, ibukota Ethiopia dengan tujuan Hong Kong. Pesawat itu memasuki wilayah udara Indonesia tanpa bisa menyebutkan izin atau FC setelah dihubungi oleh otoritas navigasi udara Indonesia (AirNav) melalui komunikasi radio," ungkap Samyoga. 
 
Terkait pelanggaran wilayah udara Indonesia oleh pesawat kargo jenis Boeing B777 tersebut, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) segera memerintahkan dua pesawat F-16 dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru melakukan identifikasi visual dan penyergapan.
 
Penyergapan berhasil dilakukan. Pesawat Ethiopian Airlines dipaksa mendarat di bandara Hang Nadim Batam untuk dilakukan proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak Lanud Raja Haji Fisabillah, Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.
 
Sekitar pukul 09.33 WIB, pesawat Ethiopian Airlines B777 ET-AVN mendarat di Hang Nadim Batam disusul oleh dua pesawat F-16 TNI AU pada pukul 09.42 WIB. 
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif