Direktur Pembangunan Prasarana dan Sarana BP Batam Herawan, Kasubdit Pembangunan Jalan, Jembatan, dan Transportasi Massal BP Batam Boy Zasmita, dan Jubir Ka BP Batam Ferdiana Sumiartony saat konferensi pers di aula Gedung Marketing BP Batam, Senin, 20 Mei
Direktur Pembangunan Prasarana dan Sarana BP Batam Herawan, Kasubdit Pembangunan Jalan, Jembatan, dan Transportasi Massal BP Batam Boy Zasmita, dan Jubir Ka BP Batam Ferdiana Sumiartony saat konferensi pers di aula Gedung Marketing BP Batam, Senin, 20 Mei (Anwar Sadat Guna)

Anggaran Perbaikan Jembatan 2 Barelang Capai Rp9,3 Miliar

infrastruktur
Anwar Sadat Guna • 20 Mei 2019 17:24
Batam: Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai menyiapkan perbaikan Jembatan 2 Barelang, usia ditabrak kapal tanker MT Eastern Glory, 23 Januari 2019 lalu. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp9,3 miliar.
 
Herawan, Direktur Pembangunan Prasarana dan Sarana BP Batam, 
mengatakan, BP Batam bersama Kementerian PUPR telah selesai memeriksa kondisi Jembatan 2 Barelang, Batam, setelah ditabrak kapal tanker MT Eastern Glory.
 
Perbaikan jembatan dua tersebut, kata Herawan, tak lama lagi dikerjakan, setelah pemilik kapal bersedia bertanggungjawab dan menyanggupi untuk memperbaiki. Adapun pelaksana pengerjaannya adalah PT PSL. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan ini merupakan kontraktor yang pernah terlibat dalam pembangunan beberapa jembatan di kawasan Barelang. “Saat ini kami menunggu waktu pelaksanaan pengerjaannya,” ujar Herawan, saat konferensi pers di Kantor BP Batam, Senin, 20 Mei 2019. 
 
Ia menyatakan, secara garis besar, BP Batam selalu memonitor semua aset baik itu jembatan dan jalan. Termasuk melakukan perbaikan maupun pengelolaan secara berkelanjutan.
 
Baca: Kapal Tanker Tabrak Jembatan 2 Barelang Batam 
 
Boy Zasmita, Kasubdit Pembangunan Jalan, Jembatan, dan Transportasi Massal BP Batam, menambahkan, pascakejadian di Jembatan 2 Barelang, tim dari BP Batam bersama tenaga ahli di bawah pengawasan dan bantuan dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian PUPR langsung menginvestigasi kondisi jembatan. 
 
Dari hasil investigasi itu, menurut Boy, tim kemudian memberikan rekomendasi.
 
“Kami bersama tim dari KKJTJ membutuhkan waktu sekitar dua bulan menginvestigasi kerusakan jembatan dua. Kami lakukan pengecekan dan analisa, mulai pondasinya, box girder yang ada di badan jembatan, struktur jembatan, hingga beberapa kerusakan lainnya,” kata Boy.
 
Setelah dilakukan investigasi total, papar Boy, tim akhirnya mengidentifikasi kerusakan dan upaya perbaikannya. Dari hasil kajian atas kerusakan yang terjadi, BP Batam telah menghitung total biaya perbaikan jembatan yakni 900 ribu dolar Singapura atau setara sekitar Rp9,3 miliar.
 
Dikatakan Boy, setelah keluar nilai perbaikan dan pemilik kapal tanker MT Eastern Glory menyanggupi melakukan perbaikan, maka pelaksanaannya akan dikerjakan oleh PT PSL. Masa pengerjaan perbaikan jembatan yakni empat bulan.
 
Selama pengerjaan, sambung Boy, nantinya tidak akan ada penutupan arus lalu lintas dari dan ke Jembatan 2 Barelang. “Namun akan dilakukan buka tutup jalan yang disesuaikan dengan bidang pekerjaan. mengingat Jembatan dua memiliki dua jalur,” paparnya.
 
Kapal tanker MT Eastern Glory menabrak jembatan dua Barelang pada Rabu (23/1/2019) lalu. Kapal tersebut lego jangkar di terminal pelabuhan Jagad Energy, Barelang. Jagad Energi merupakan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).
 
Tanker MT Eastern Glory diketahui putus tali jangkar akibat angin kencang saat bersandar di terminal Jagad Energy. Kapal tersebut terbawa arus hingga menabrak Jembatan Dua Barelang. 
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif