Mantan TKI Sebut Agen Penyalur Salahi Kontrak Kerja

Alex Rajes 15 Februari 2018 16:30 WIB
tki bermasalah
Mantan TKI Sebut Agen Penyalur Salahi Kontrak Kerja
Ilustrasi. MTVN/M Rizal
Padang: Agen penyaluran jasa TKI tak sedikit yang menyalahi nilai kontrak kerja yang telah diteken. Seperti yang dialami Vani Aprilia, 23, warga Jorong Langgam, Desa Kinali, Kecamatan Kinali, Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Dia bekerja di negara Malaysia sebagai TKI yang disalurkan agen penyalur yang beroperasi di Padang, Sumatera Barat. Namun, dia dipulangkan sebelum kontrak kerja selesai. Dalam kontrak, Vani bekerja dari Juli 2016 hingga Juli 2018. Dia dipulangkan pada Oktober 2017 dengan alasan sakit dan melanjutkan pengobatan di Indonesia.

Vani sempat satu bulan penuh dirawat di Malaysia dan menghabiskan 1.500 ringgit Malaysia (sekitar Rp5 juta). Sedangkan, asuransi ketenagakerjaan hanya menanggung 400 ringgit (sekitar Rp1,2 juta)


“Saya dipulangkan ke Indonesia dengan alasan manajemen agen melanjutkan pengobatan di Indonesia, karena tidak bisa mengantar untuk pengobatan di rumah sakit Kolombia Malaysia” jelasnya saat dikomfirmasi via telepon.

Gaji yang tertulis diserahkan perusahaan sebesar 1.100 ringgit Malaysia. Namun, Vani hanya menerima 900 ringgit dan dipotong 280 ringgit untuk agen.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Kadisnakertran dan UMKM) Sumbar Nasrizal mengklaim belum ada kasus TKI asal Sumatera Barat yang dianiaya di luar negeri. “Sampai saat ini, belum ada ditemukan kasus penganiaayaan tenaga kerja kita di luar negeri,” tegasnya.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan agen penyalur tenaga kerja. Namun, dia akan bertindak tegas bila ada laporan agen nakal yang masuk.

"Jika ada pelanggaran, kita akan tindak langsung dengan proses hukum yang berlaku,” tutupnya.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id