9 Kecamatan di Mandailing Natal Terdampak Banjir
Desa Sikara-kara IV, Natal, Sumatera Utara, yang diapit dua sungai besar direndam banjir setinggi 1,5 meter. Istimewa
Medan: Bencana banjir dan tanah longsor melanda Mandailing Natal, Sumatera Utara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada sembilan kecamatan yang terdampak.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan sembilan kecamatan itu yakni Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Naga Juang, dan Panyabungan Utara. Kemudian, Bukit Malintang, Ulu Pungkut, Kota Nopan, dan Batang Natal. 

"Data sementara tercatat 13 orang meninggal dunia dan 10 orang hilang, di Kabupaten Mandailing Natal (Madina)," kata Sutopo seperti dilansir Antara, Sabtu, 13 Oktober 2018. 


Sutopo mengatakan 11 murid madrasah di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, meninggal tertimpa bangunan yang hancur diterjang banjir bandang, Jumat 10 Oktober 2018. Musibah itu terjadi saat pelajaran sedang berlangsung.

Sungai Aek Saladi mengalir dengan debit air besar, dan membawa lumpur, serta meluap menerjang madrasah tersebut. Sebagian korban tertimbun lumpur dan material tembok yang roboh akibat banjir.

"Jumlah korban yang hilang itu, masih dapat berubah karena belum dapat dipastikan," ujarnya.

Menurut Sutopo menambahkan, data terbaru terdapat dua orang lagi meninggal dalam bencana itu. Keduanya tewas akibat kendaraan mereka masuk sungai dan hanyut.

"Korban yang meninggal adalah satu personel Polsek dan satu orang pegawai PT Bank Sumut. Dan dua orang warga berhasil diselamatkan dari kendaraan yang hanyut," kata Sutopo.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id