Kabid Humas Kombes Pol Erlangga dan Ditresnarkoba Polda Kepri menggelar ekspose penangkapan bandar yang juga kurir  narkoba berinisial HD, di Mapolda Kepri, Kamis, 14 Februari 2019. Medcom.id/Anwar Sadat Guna
Kabid Humas Kombes Pol Erlangga dan Ditresnarkoba Polda Kepri menggelar ekspose penangkapan bandar yang juga kurir narkoba berinisial HD, di Mapolda Kepri, Kamis, 14 Februari 2019. Medcom.id/Anwar Sadat Guna (Anwar Sadat Guna)

Bandar Sabu Batam Ditangkap

narkoba
Anwar Sadat Guna • 14 Februari 2019 19:24
Batam: Personel Ditresnarkoba Polda Kepri menangkap seorang pria, berinisial HD alias LA, bandar yang juga kurir narkoba, di depan restoran KFC, Tiban 3, Kelurahan Tiban Baru, Sekupang, Kota Batam. Dari tangan pelaku, polisi menyita 2,02 kilogram sabu. Barang Haram itu akan disebar ke beberapa daerah di Indonesia.
 
HD ditangkap pada 12 Februari 2019 sekitar pukul 10.00 WIB. Penangkapannya berawal dari pengembangan kasus tindak pidana narkoba yang dilakukan oleh tersangka PZ. Pria itu ditangkap saat membawa sabu yang disimpan dalam perut melalui anus, di Bandara Hang Nadim Batam.
 
"PZ ditangkap di ruang tunggu keberangkatan pada 23 Januari 2019. Dari situ, polisi melakukan pengembangan. Tersangka mengaku bahwa sabu yang dia bawa diperoleh dari seorang bandar berinisial HD alias LA. Barang bukti akan dibawa ke Lombok," ungkap  Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tersangka HD pada 10 Februari 2019 diketahui sedang menjemput narkoba di perairan perbatasan antara Kepri (Indonesia) dengan Malaysia. Pelaku mengambil sabu seberat 2,02 kilogram dari sindikat Malaysia. Barang haram lalu dibawa ke Batam melalui pelabuhan ilegal.
 
Dua hari setelah itu, polisi menelusuri keberadaan tersangka HD di Batam. Hingga akhirnya jejaknya berhasil terendus ketika dia berjalan di tepi jalan depan restoran KFC, Tiban 3, Kelurahan Tiban Baru, Kecamatan Sekupang, Kota Batam. Polisi pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu.
 
"Saat itu juga langsung ditangkap. Saat dilakukan penggeledahan, tim berhasil menemukan dua bungkus plastik warna kuning hijau bertuliskan Guanyinwang. Saat diperiksa, isinya berupa serbuk kristal bening diduga narkotika jenis sabu," papar Erlangga.
 
Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Kepri Kombes Pol K Yani Sudarto menambahkan, sabu yang disita dari tangan tersangka HD akan diberikan ke beberapa kurir narkoba antarprovinsi.  Target pengiriman narkoba yakni Riau, Palembang, Lampung, Jakarta, dan Surabaya.
 
"Modus yang biasa digunakan yakni memasukkan di alas sepatu, memasukkan di dalam perut melalui anus dan dibawa menggunakan transportasi udara, laut, dan darat," ujar Yani.
 
HD dijanjikan upah pengendali di daerah sebesar Rp40 juta. Saat ini tersangka baru menerima Rp5 juta. "Dia sudah empat kali memasukkan narkotika jenis sabu ke Batam," ujarnya.
 
Selain barang bukti sabu-sabu, polisi juga menyita satu tas warna cokelat, satu unit sepeda motor merek Yamaha Mio, handphone Oppo, dan handphone Nokia. Bandara sekaligus kurir sabu ini dikenakan Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman terberat hukuman mati.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif