Tim Masih Menyurvei untuk Menutup Sumur Minyak Permanen

ant 30 April 2018 09:21 WIB
ledakansumur minyak ilegal
Tim Masih Menyurvei untuk Menutup Sumur Minyak Permanen
Penanganan ledakan sumur ilegal di Aceh Timur. (ANT/Rahmad)
Banda Aceh: Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek menyebut, aroma gas masih tercium dari semburan sumur minyak di Kabupaten Aceh Timur.

"Bau gas, masih tercium. Tapi saat ini petugas terkait, sedang melakukan survei demi temukan langkah apa yang dibutuhkan terhadap sumur minyak itu," ujar Dadek di Banda Aceh, Senin 30 April 2018.

Ia mengatakan, tim lapangan tepatnya di Gampong, Desa Pasir Putih, Rantau Peureulak, Aceh Timur, telah mengupayakan pengamanan limbah, agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Tim teknis sedang memetakan langkah untuk menutup sumur minyak secara permanen. 


"Tentunya tim lakukan upaya mitigasi, agar kebakaran tidak tersulut kembali. Meski kandungan
dari semburan di sumur minyak itu, 85 persennya adalah air," ucap Dadek.

Baca: 5 Orang Jadi Tersangka Ledakan Sumur Minyak di Aceh

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Syahrizal Fauzi, mengatakan tekanan semburan dari sumur minyak masih mencapai 30 meter dari permukaan tanah. Selain itu, arah angin yang tidak menentu bisa membahayakan masyaraka sekitar. 

"Radius 200 meter sangat berbahaya untuk kesehatan, sehingga kita haruskan seluruh Satgas BPBD yang diposkan di sana untuk selalu mengenakan masker setiap saat," tegas Syahrizal 

Ledakan dan terbakarnya sumur minyak di Gampong pada Rabu 25 April pukul 02.05 WIB menewaskan 21 orang. Sedangkan, 39 orang lainnya mengalami luka bakar serius dan 198 orang mengungsi. 

Baca: Kesehatan Warga Terdampak Semburan Sumur Minyak di Aceh Timur



(LDS)