Dua Pulau di Batam yang Semula Gelap, Kini Menjadi Terang

Anwar Sadat Guna 23 Oktober 2018 21:22 WIB
pln
Dua Pulau di Batam yang Semula Gelap, Kini Menjadi Terang
General Manager Service Bussiness Unit PLN Batam, Fransis Al Zauhari bersama para jajaran bright PLN Batam saat meresmikan penyambungan listrik PLN Batam di Desa Sijantung, Kecamatan Galang, Batam, baru-baru ini.
Batam: Pulau Rempang dan Galang, Batam, Kepulauan Riau, kini tidak lagi temaram. Rumah-rumah warga pun tak lagi gulita, sejak PLN Batam sukses mengalirkan setrum ke Rempang dan Galang, lewat Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM).

Pekerjaan rumah PLN Batam untuk `menyalakan` pulau-pulau di sekitar Batam, hampir tuntas. "Elektrifikasi (penyambungan listrik-Red.) ke pulau di sekitar Batam sudah menjadi komitmen kami," kata Manager of Public Relations Bright PLN Batam, Bukti Panggabean, kepada Medcom.id, Selasa, 23 Oktober 2018.

Listrik di Rempang dan Galang tidak biarpet. Bahkan, menurut Bukti, di beberapa daerah listrik menyala 24 jam penuh. Misalnya, Pulau Galang di Setokok, Sungai Raya, Blongkeng, dan Sijantung. Termasuk tiga dusun di Kampung Cate: Dusun Kampung Cate, Tebing Tinggi, dan Sungai Aleng.


Desa Sijantung sendiri juga terbagi dalam beberapa wilayah, di antaranya Kampung Kalat, Pantai Melayu, Mongga, dan Pulau (Pasir) Panjang. "Ada juga wilayah yang masuk masuk dalam tahap progres. Di antaranya wilayah Mongga. Desa ini masuk tahap progres untuk dilakukan penyambungan pada 2019," ungkap Bukti. 

Ia menambahkan, sampai akhir tahun 2018, beberapa kampung atau desa di Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, juga masuk dalam progres penyambungan listrik. Kampung tersebut, antara lain; Tanjung Banun, Dapur 6, dan Sungai Buluh dengan total investasi mencapai Rp7,7 miliar. 

Tidak berhenti sampai di situ, PLN Batam juga akan menerangi  delapan wilayah lainnya, dengan membangun infrastruktur jaringan yang handal. Delapan wilayah tersebut, yakni; Air Naga, Kampung Kelingking, Kampung Kalat, Kampung Monggak, Kampung Pasir Panjang, Kampung Baru, dan Kampung Tanjung Cakang.

"Infrastruktur yang kami bangun yakni total ada 17 kilometer sirkuit (kms) SUTM dan 22 kms Saluran Kabel Bawah Tanah," ujar Bukti. Pembangunan seluruh infrastruktur ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan listrik, khususnya di pulau-pulau atau hinterland di wilayah Batam.  

Saat ini, rasio elektrifikasi di Batam telah mencapai 98,4 persen, termasuk penyambungan listrik ke pulau-pulau (hinterland). Ini merupakan rasio elektrifikasi tertinggi di wilayah Kepri. Selebihnya yakni 1,6 persen ditargetkan dapat terealisasi pada tahun 2019.  

Camat Galang, Amri Amis, mengaku bersyukur atas pembangunan infrastruktur listrik yang dilakukan PLN Batam di Galang. Listrik di wilayah tersebut sudah lama diidam-idamkan masyarakat Galang. 

"Listrik ini sudah lama diidam-idamkan masyarakat kami. Kami bersyukur karena listrik sudah menyala 24 jam," ujarnya kepada Medcom.id, Selasa, 23 Oktober 2018. Amri mengatakan, listrik PLN Batam yang masuk ke Galang juga akan menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Terutama bagi ekonomi rumah tangga. Listrik juga sangat membantu home industry atau industri rumahan yang ada di Galang. Tidak hanya itu, anak-anak juga bisa belajar dengan tenang," pungkasnya.  

Selain mengalirkan listrik ke Rempang  dan Galang, PLN Batam juga mengalirkan listrik ke Pulau Belakangpadang sebesar 20 Mega Watt (MW) dan Pulau Bintan sebesar 70 MW. Kapasitas daya listrik di Pulau Bintan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang, termasuk di kantor pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Pulau Dompak.   

Sekadar diketahui, jumlah pelanggan PLN Batam saat ini mencapai 300 ribu pelanggan. Pelanggan tersebut, terdiri dari; pelanggan rumah tangga, industri, dan sosial. Total kapasitas daya tersedia saat ini mencapai 519 MW, dengan beban puuncak Batam-Bintan sebesar 430 MW. 

Untuk melayani seluruh pelanggan, PLN Batam mengoperasikan beberapa mesin pembangkit, di antaranya; Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Baloi, Batuampar, Sekupang, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasam, Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Panaran, dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tanjunguncang. 

PLN Batam juga memiliki empat kantor area pelayanan di Batam, yakni Area Pelayanan Batam Centre, Area Pelayanan Nagoya, Area Pelayanan Tiban, dan Area Pelayanan Batuaji. 



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id