Satu Penyelundup Sabu 1,03 Ton Lolos dari Hukuman Mati

Anwar Sadat Guna 30 November 2018 16:26 WIB
narkobahukuman mati
Satu Penyelundup Sabu 1,03 Ton Lolos dari Hukuman Mati
Empat terdakwa warga negara Taiwan mendengar vonis perkara penyelundupan narkoba 1,03 ton, di PN Batam, Kamis, 29 November 2018. Medcom.id/Anwar Sadat Guna
Batam: Empat terdakwa kasus penyelundupan narkoba 1,03 ton asal Taiwan menjalani sidang putusan, di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis, 29 November 2018 sekitar pukul 21.00 WIB. Tiga orang divonis hukuman mati, satu terdakwa dihukum seumur hidup.

Keempat terdakwa, masing-masing; Chen Chung Nan, Chen Chin Tun, Huang Ching An, dan Hsieh La Fu. Satu terdakwa yakni Chen Chung Nan dijatuhi hukuman seumur hidup, sedangkan tiga lainnya divonis mati.

Sama seperti sidang empat terdakwa yang lebih dulu divonis mati, sidang empat terdakwa perkara sabu 1,03 ton juga dijaga ketat polisi.


Beberapa anggota polisi bersenjata berjaga di empat pintu masuk ruang sidang. Sidang yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Majelis Hakim dipimpin hakim Muhammad Chandra didampingi hakim anggota Redite Ika Septina dan Yona Lamerosaa Ketaren.

Secara bergantian, ketiga hakim membacakan amar putusan keempat terdakwa yang ditangkap KRI Sigurot 864 saat melakukan patroli dan penjagaan di perairan Provinsi Kepri.

Mejelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 114 jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Perbuatan para terdakwa tidak sejalan dengan semangat pemerintah dalam upaya pemberantasan narkotika. Oleh karena itu. Menjatuhkan vonis hukuman seumur hidup kepada terdakwa Chen Chung Nan," ujar hakim anggota Redite Ika Septina.

Sementara tiga terdakwa lainnya, yakni Chen Chin Tun, Huang Ching An, dan Hsieh La Fu divonis hukuman mati oleh majelis hakim. Ketiga terdakwa juga didakwa melanggar pasal 114 jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ketua majelis hakim, Muhammad Chandra memerintahkan terdakwa tetap berada dalam tahanan. Adapun barang bukti narkoba 1,03 ton dikembalikan ke penuntut umum. Barang bukti lain, seperti handphone dimusnahkan dan paspor terdakwa dikembalikan.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menuntut keempat terdakwa dengan tuntutan hukuman mati. Dalam perkara ini jaksa menerapkan pasal 114 jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menanggapi putusan majelis hakim, Nursurya anggota tim JPU dari Kejagung mengatakan akan berkoordinasi dengan pimpinan untuk menentukan upaya hukum selanjutnya.

"Kami diberi waktu seminggu oleh majelis untuk memikirkan upaya hukum yang akan ditempuh. Terkait putusan satu orang yang dihukum seumur hidup, nanti akan kami bicarakan lagi. Apakah akan banding atau tidak," ujar Nursurya.  

Sekadar diketahui, kapal MV Sunrise Glory berawak orang ditangkap KRI Sigurot 864 saat memasuki perairan Indonesia tanpa dokumen yang lengkap.

Saat dilakukan pemeriksaan bersama Bea Cukai Batam melibatkan K-9, ditemukan barang mencurigakan diduga narkotika jenis sabu. Beratnya sekitar 1,03 ton.

Seusai sidang, keempat terdakwa dijaga ketat menuju mobil tahanan Kejari Batam selanjutnya dibawa kembali ke Lapas Barelang, Batam.

 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id