Warga Sijunjung Panen Raya Padi Organik
Petani Sumpur Kudus, Sijunjung, Sumatera Barat, panen raya padi di sawah organik, Rabu, 31 Oktober 2018. Medcom.id/Alex Rajes
Sijunjung: Warga Sumpur Kudus, Sijunjung, Sumatera Barat, melakukan panen raya padi di sawah organik, Rabu, 31 Oktober 2018. Sawah organik ini merupakan olahan masyarakat setempat.

"Panen raya ini hasil praktik masyarakat yang tergabung dalam kelompok sekolah lapangan sawah organik di Nagari Sumpur Kudus sejak Agustus 2018 lalu ," kata Ketua kelompok tani, Andrizal, di Sijunjung, Kamis, 1 November 2018.

Praktik sawah organik seluas 1.000 meter persegi meliputi setiap tahapan penanaman padi, mulai dari pembibitan, pemupukan hingga pengusiran hama tanpa menggunakan bahan kimia. Metode ini dianggap menghemat biaya pembelian pupuk dan racun hama tanaman.


"Pupuk yang digunakan adalah jerami, abu kayu, kotoran ternak, kulit kakao, semua itu  digunakan pada sawah organik yang dipanen sekarang," kata Andrizal.

Andrizal juga menjelaskan untuk mengusir hama, mereka menggunakan ekstrak dari tanaman yang berbau menyengat, seperti bawang putih, serai, dan lainnya.

Sementara, Ketua LPHN Nagari Sumpur Kudus, Syarifuddin, menyatakan sekolah lapangan sawah organik ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Pengelola Hutan Nagari Sumpur Kudus. Sekolah lapangan ini juga didampingi Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi.

Pertanian organik diyakini bisa mengembalikan keseimbangan ekosistem, dan tidak merusak lingkungan. "Kami berkomitmen biarlah mata rantai sawah menjalankan kodratnya sendiri, dan kita memanfaatkannya untuk keuntungan perekonomian masyarakat," kata Syarifuddin.

Selain itu, antara sawah dan hutan juga mempunyai keterkaitan yang saling membutuhkan, sehingga menjadi perhatian LPHN. Wakil Direktur KKI Warsi Adi Junaidi, berharap pola pengelolaan pertanian yang baik itu bisa dikembangkan di tengah masyarakat, terutama para peserta sekolah lapangan.

"Pemahaman itu harus dikembangkan secara luas, tidak hanya hanya pertanian tapi juga pada kawasan hutan, sehingga kepedulian muncul untuk menjaga dan melestarikan lingkungan," katanya.

Saat ini Nagari Sumpur Kudus telah menerima Surat Keputusan Hak Pengelolaan Hutan Nagari dari Kementerian Kehutanan seluas 3.862 hektare, dari sekitar 8.000 hektaren lahan yang diusulkan.
 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id