Jusuf Kalla Terima Penghargaan Lifetime Achievement Bidang Kebencanaan

02 Mei 2018 16:33 WIB
bencanajusuf kalla
Jusuf Kalla Terima Penghargaan <i>Lifetime Achievement</i> Bidang Kebencanaan
Wapres Jusuf Kalla (kanan) menerima penghargaan "Life Time Achievement" bidang bencana dari Ketua Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Harkunti Pertiwi Rahayu (kiri) sebelum pembukaan Pertemuan Ilmiah Tahunan - Riset Kebencanaan (PIT-RB) ke-V, di Uni
Padang: Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima penghargaan Lifetime Achievement di bidang kebencanaan terkait perannya dalam penanggulangan sejumlah bencana di Tanah Air. Penghargaan diberikan di Universitas Andalas, Padang Sumatera Barat, Rabu, 2 Mei 2018.

"Saya di pemerintahan kebetulan memang sejak awal menangani bencana. Saat menjadi Menkokesra, kemudian waktu saya naik pangkat jadi Wapres (2004) saya jadi Ketua Bakornas BNPB," kata Kalla saat menyampaikan sambutan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan ke-5 di Universitas Andalas, Padang, seperti dilansir Antara.

Kalla menceritakan kembali pengalamannya pada saat memimpin penanggulangan bencana gempa bumi dan tsunami di Aceh pada 24 Desember 2004 lalu. Tiga hal utama yang harus dilakukan dalam penanggulangan bencana, menurut Kalla, adalah menyelamatkan orang, rehabilitasi dan rekonstruksi daerah terdampak bencana.


Kalla pun mengingat pengalamannya waktu mengeluarkan fatwa untuk menguburkan massal ratusan ribu korban tsunami Aceh.

"Saya berlakukan keadaan darurat. Semua orang datang bertanya bagaimana mayat-mayat ini apakah perlu dikafani dan disalatkan. Saya cari ulama-ulama tidak ada karena jadi korban juga. Akhirnya saya buat fatwa, bahwa ini keadaan syahid, darurat; jadi ini dikuburkan tidak perlu dimandikan dan dikafani. Maka dibuatlah kuburan massal," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan anugerah Lifetime Achievement bidang kebencanaan itu tepat diberikan kepada Jusuf Kalla.

"Kalau kita bicara masalah bencana di hadapan Pak Wapres, itu kita jadi ciut. Karena beliau ini pelaku sekaligus pemikir soal penanggulangan bencana sejak dua dekade lalu. Saya ingat waktu itu saya masih berpangkat kolonel. Jadi beliau ini adalah soko guru penanggulangan bencana," kata Willem dalam sambutannya.

Kalla menjadi orang pertama yang mendapat penghargaan tersebut atas perannya memimpin upaya penanggulangan bencana sejak tsunami Aceh 2004, gempa bumi Yogyakarta 2006 dan gempa bumi Sumatera Barat 2009.



(ALB)