Kapolri Ingin Ada Lapas Khusus Napiter
Lapas Pasir Putih, salah satu lapas high risk di Pulau Nusakambangan. (ANT/IDHAD ZAKARIA)
Pekanbaru: Kapolri Jenderal Tito Karnavian menginginkan seluruh narapidana teroris (napiter) di Indonesia, ditempatkan di lembaga pemasyarakatan (lapas) khusus napiter dengan penjagaan ekstra ketat. 

Tito mengatakan, peristiwa di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, karena tidak tersediannya lapas memadai untuk napiter. Termasuk manajemen lapas yang khusus menangani napiter. 

"Menghadapi kelompok-kelompok seperti ini yang lebih banyak didorong oleh masalah pemahaman, tentu cukup berbahaya. Mereka tidak bisa ditahan di tahanan biasa apalagi digabung dengan tahanan lain," ungkap Kapolri saat berkunjung ke Mapolda Riau, Kamis, 17 Mei 2018. 


Sejalan dengan keinginan tersebut, Kapolri berharap agar DPR dapat segera mengesahkan Revisi Udang-Undang (RUU) Antiterorisme. Pengesahan RUU tersebut penting dalam upaya  penanganan terorisme yang komprehensif di Indonesia. 

"Kami sejak dua tahun lalu sudah menyusun draf revisinya dan telah mengajukan hal itu ke DPR RI. Kami berharap agar RUU tersebut dapat segera disahkan supaya ada acuan yang lebih kuat dalam penanganan teroris di Indonesia," kata Kapolri.

Kedatangan Kapolri Tito ke Pekanbaru ialah untuk memberikan penghargaan ke lima personel Polda Riau, setelah serangan kelompok terduga teroris di Mapolda Riau, Rabu 16 Mei 2018. 

Kelima personel Polda Riau tersebut, yakni; Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Rudi Syafrudin, Brigadir Panjaitan (Provost Polda Riau), Kompol Farid Abdullah (Bidkum Polda Riau), Ipda Auzar (Ditlantas Polda Riau/meninggal dunia), dan Brigadir Jhon Hendrik (Provost Polda Riau).

Dirlantas Polda Riau mendapatkan pin emas dari Kapolri dan empat personel lainnya masing-masing mendapatkan penghargaan kenaikan pangkat. 

"Saya menginginkan agar Dirlantas Polda Riau juga naik pangkat. Mengingat ruang jabatan untuk bintang satu belum tersedia, sementara kami berikan pin emas," ujar Kapolri. 

Tito melanjutkan, penghargaan yang diberikan untuk menyemangati dan memotivasi seluruh personel Polri dalam melaksanakan tugas. "Kami ingin memotivasi agar jangan takut menghadapi teroris. Tetap melaksanakan tugas sesuai SOP," tegasnya. 

Jenderal bintang empat itu mengapresiasi kesiapsiagaan personel Polda Riau, sehingga berhasil mematahkan serangan kelompok terduga  teroris. 

"Sekali lagi kami berikan apresiasi atas kemampuan personel menghadapi ancaman di lapangan," pungkasnya. 



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id