13 Juta batang Rokok Disita di Padang
ilustrasi
Pariaman: Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pabean B Teluk Bayur Padang, Sumatera Barat, telah menyita 13 juta batang rokok ilegal di daerah itu selama Januari hingga Juni 2018.

"Total terdapat 65 kali penindakan selama periode tersebut, dan saat ini rokok itu belum dimusnahkan," kata Kepala Kantor Pengawasan dan PelayananBea dan Cukai Pabean B Teluk Bayur Padang, Hilman Satria, saat kegiatan sosialisasi ketentuan cukai di Pariaman, Kamis, 12 Juli 2018. 

Ia menjelaskan rokok ilegal tanpa cukai tersebut hingga kini belum dimusnahkan karena masih menunggu keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia. 


Dari hasil penindakan selama periode tersebut, pihak Bea dan Cukai telah
berhasil menyelamatkan potensi keuangan negara sekitar Rp9 miliar Namun, ujarnya, pihak Bea dan Cukai mengakui masih belum maksimal dalam upaya penindakan serta mengawasi peredaran gelap rokok ilegal maupun barang
jenis lainnya.

Oleh karena itu, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Pabean B Teluk Bayur Padang mendukung dan mendorong agar pemerintah daerah di provinsi itu agar ikut serta menggiatkan sosialisasi pengawasan rokok ilegal.

Selain rokok ilegal, pihak bea dan cukai juga berhasil menyita aneka kosmetik, "sex toys", obat-obat suplemen yang berasal dari berbagai negara seperti Malaysia.

Khusus rokok ilegal, bentuk pelanggaran yang dilakukan seperti tanpa label cukai, cukai yang dipalsukan, cukai bekas, dan menggunakan cukai merek rokok lain.

Sementara itu Asisten II bidang perekonomian Kota Pariaman Yanrileza, mengatakan, sosialisasi terkait ketentuan cukai diperlukan bagi semua
masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran terkait peredaran gelap rokok
ilegal.

Menurut dia, selain merugikan negara rokok ilegal yang dijual bebas juga berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat terutama perokok itu sendiri.

"Salah satu tugas pemerintah daerah adalah mengawasi barang-barang yang
keberadaan serta peredarannya perlu dikendalikan salah satunya rokok
ilegal," kata dia. 



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id