Realisasi Investasi PMA di Batam Capai USD391 Juta
ilustrasi Medcom.id
Batam: Realisasi investasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam pada Semester I-2018 mencapai USD391 juta. Angka tersebut masih jauh dari target yang dicanangkan Badan Pengusahaan (BP) Batam tahun ini mencapai USD700 juta.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, realisasi investasi di Batam terus mengalami peningkatan. Beberapa investor asing atau Penanaman Modal Asing (PMA) menanamkan modalnya dan mulai membangun industri di Pulau Batam. 

"Sampai Semester I/2018, realisasi investasi di Batam mencapai USD391 juta. Tahun ini, kami menargetkan realisasi investasi PMA mencapai USD700 juta," ungkap Lukita dalam konferensi pers usai acara Sosialisasi Pedoman Kerja BKPM dengan Polri, di Hotel Swissbel, Harbour Bay, Kota Batam, Kamis, 9 Agustus 2018. 


Target realisasi investasi tersebut, menurut Lukita, mungkin ada hambatan-hambatan di lapangan dan pada akhirnya PMA baru yang masuk akan mencari lahan yang dinilai cocok untuk membangun industri. Pulau Batam memiliki 25 kawasan industri, dan empat di antaranya telah ditetapkan sebagai objek vital. 

"Kaitannya dengan perizinan usaha, nah ini yang kami fasilitasi. PMA yang masuk dapat menggunakan fasilitas Ijin Investasi 3 Jam atau i23J. Bagi PMA yang benar-benar komitmen berinvestasi di Batam, kami akan memberikan pelayanan yang dibutuhkan. Kalau soal perluasan usaha, nggak ada masalah," ujar Lukita.

Deputi Bidang Pengendalian Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis, menilai, pertumbuhan ekonomi Batam mulai mengalami peningkatan. Hal ini seiring masuknya investor baru pada tahun 2018 ini. "Pada triwulan pertama, pertumbuhan ekonomi Batam berada di angka 2 persen, lalu naik menjadi 4 persen. Hingga akhir tahun kami perkirakan berada di angka 6 persen," ujar Lubis.     

Sektor Pariwisata juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Batam. Meski memberikan kontribusi, kata Lubis, investasi di bidang pariwisata perlu ditingkatkan. Termasuk pengembangan kawasan wisata, fasilitas, sarana dan prasarananya.  

"Misalnya, di kawasan wisata tersebut ada hotel dan fasilitas yang mendukung iklim pariwisata di daerah," ujarnya. Lubis juga mendorong BP Batam agar lebih kreatif mengembangkan kawasan-kawasan ekonomi baru, selain industri manufaktur dan pariwisata. 

Misalnya industri digital seperti yang berkembang saat ini di kawasan Nongsa, Kota Batam. "Harus lebih kreatif lagi dalam mengembangkan kawasan ini agar mampu menarik dan mendatangkan investor baru," ujarnya. 



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id