"Sesuai perintah Danrem 023/KS Kol Inf Mohammad Fadjar, setiap ada bencana, TNI AD wajib hadir untuk membantu. Demikian juga halnya dengan yang dialami saudara kita di Desa Muara Saladi ini", ujar Kapenrem 023/KS Mayor Arm Ojak Simarmata melalui keterangan tertulis, Sabtu, 13 Oktober 2018.
Personel Kodim 0212/TS juga turut dibantu tim lainnya dalam proses evakuasi. Mereka yakni personel Polsek Kota Nopan, dinas pemerintah daerah setempat, dan masyarakat.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Simarmata mengatakan, selain ada korban jiwa, banjir bandang itu juga menghancurkan permukiman penduduk setempat. Tercatat 12 unit rumah rusak berat dan 13 rumah hanyut.
"Fasilitas umum seperti bangunan SD, Polindes dan Gudang PKK beserta isinya juga hanyut," papar Simarmata.
Menurut Simarmata, sebanyak 12 orang dinyatakan meninggal akibat bencana ini. Sementara, 17 warga mengalami luka-luka.
Evakuasi pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan. Kondisi lapangan cukup berat karena desa-desa terdampak berada di pegunungan dan pinggir hutan. Akses ke sejumlah titik juga sulit dijangkau karena rusak.
"Anggota Kodim 0212/TS, hingga kini masih melanjutkan kegiatan pembersihan material banjir dengan menggunakan 2 unit alat berat. Dan untuk korban hilang sudah ditemukan sesuai dengan jumlah laporan warga saat ini," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(AGA)
