Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan mengoperasikan alat pemindai panas tubuh di terminal kedatangan internasional Bandara Sultan Syarif Kasim II di Kota Pekanbaru, Riau. (ANT/FB Anggoro)
Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan mengoperasikan alat pemindai panas tubuh di terminal kedatangan internasional Bandara Sultan Syarif Kasim II di Kota Pekanbaru, Riau. (ANT/FB Anggoro) (Antara)

Riau Waspada Penularan Cacar Monyet

Cacar Monyet
Antara • 15 Mei 2019 12:22
Pekanbaru: Dinas Kesehatan Provinsi Riau memperkuat pengawasan di pelabuhan laut dan bandar udara, untuk mewaspadai penularan cacar monyet. Pengawasan dan pemantauan diketatkan untuk penumpang pesawat dan kapal dari Singapura, untuk menekan penyebaran virus.
 
"Dinas Kesehatan telah meminta kepada kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan di Pekanbaru untuk memantau para penumpang pesawat asal Singapura," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir, di Pekanbaru, Riau, Rabu, 15 Mei 2019.
 
Selain mengawasi khusus penumpang asal Singapura, pihaknya juga mengawasi penmpang asal Batam. Karena banyaknya masyarakat Riau yang pergi ke Singapura melalui Batam. Pengawasan juga dilakukan di pelabuhan di Provinsi Riau yang mempunyai alur masuk dari Batam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk tindakan pengendalian dan pencegahan terjadinya penularan penyebaran virus tersebut. Dinkes dan sarana pelayanan kesehatan tetap waspada dan melakukan pemantauan di masyarakat," imbuhnya. 
 
Dia mengungkap, belum ada laporan soal warga Riau terjangkit cacar monyet. Namun, pihaknya tetap waspada karena adanya penerbangan langsung Singapura-Pelanbaru. 
 
Cacar monyet adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus monkeypox. Gejalanya dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, dan rasa lelah yang diikuti ruamh hingga membentuk kerak. Waktu paparan hingga timbul gejala berlangsung 10 hari, durasi gejala mulai 2 pekan sampai lima pekan. 
 
"Pencegahan bisa dilakukan dengan cara membiasakan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun), hindari kontak dengan hewan dari Afrika, konsumsi makanan bergizi, hindari kontak dengan kasus yang harus dilakukan, mengingat kasus monkeypox sudah diisolasi dan karantina ketat di Singapura maka kemungkinan penyebaran penyakit ini kecil," urainya.
 
Dia mengimbau, masyarakat tidak perlu resah dan panik. Dia mengingatakan, untuk menunda berpergian ke luar negeri bila tidak terlalu penting. Selain itu, masyarakat di pelabuhan yang merasakan gejala cacar monyet diminta segera melapor ke kantor Kesehatan Pelabuhan.
 
Baca: Cacar Monyet dan Penangannya
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif