Sedikitnya 55 orang luka-luka sementara 398 rumah warga rusak akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Kamis, 28 Februari 2019.  Antara Foto/Handout/Humas Solok Selatan/Bustanu Ilmi/Muhammad Arif Pribadi
Sedikitnya 55 orang luka-luka sementara 398 rumah warga rusak akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Kamis, 28 Februari 2019. Antara Foto/Handout/Humas Solok Selatan/Bustanu Ilmi/Muhammad Arif Pribadi (Yose Hendra)

Gempa Solok, Pemerintah Tetapkan Masa Tanggap Darurat 14 Hari

gempa
Yose Hendra • 01 Maret 2019 16:34
Solok Selatan: Status tanggap darurat gempa ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat. Masa tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari pascadiguncang gempa berkekuatan 5,3 SR, Kamis 28 Februari 2019. 
 
"Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria telah menetapkan masa tanggap darurat terhitung kemarin, setelah kejadian gempa dan berakhir 13 Maret nanti," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatra Barat (Sumbar) Rumainur, Jumat 1 Maret 2019. 
 
Dengan telah ditetapkannya status masa tanggap darurat, jelas Rumainur, Pemerintah Daerah Solok Selatan memiliki kemudahan dalam memberikan bantuan bersifat darurat, serta untuk mengakses dana dari provinsi maupun pusat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Solok Selatan Kembali Diguncang Gempa 5,6 SR
 
Di masa tanggap darurat, ujarnya, sifatnya memberikan bantuan darurat dan terus melakukan pendataan. Misalnya penyaluran makanan atau kebutuhan pokok lainnya. Bila jembatan putus, pemerintah akan membangun jembatan darurat, lalu mendata rumah-rumah rusak, untuk kemudian diajukan ke BNPB dalam rangka biaya rehabilitasi dan rekonstruksi.
 
"Yang diutamakan masa tanggap darurat kebutuhan pokok. Untuk pemerintah kemudahannya misalnya untuk meminta uang di atas R 200 juta, tidak perlu tender dalam kontek proyeknya. Meminta anggaran ke provinsi cukup surat permintaan dan surat status masa tanggap darurat," terangnya.
 
Hingga saat ini, sambung Rumainur, masih ada sekitar 100 orang warga mengungsi. Namun mereka mengungsi tidak jauh dari rumah, seperti di halaman rumah, atau rumah famili (dunsanak) bila rumah tidak bisa dihuni.
 
Sementara itu, hingga saat ini menurutnya korban luka-luka yang terdata masih 48 orang, kemudian 29 unit rumah rusak berat, 118 unit rusak sedang, dan 196 rusak ringan.
 
"Untuk nilai bantuan stimulus rumah yang rusak nanti berdasarkan ketetapan BNPB," tukasnya.
 
Sebelumnya, Gempa bumi dengan magnitudo 5,3 terjadi pada Kamis (28/2) pada pukul 06.27 waktu setempat.
 
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan, hasil pemutakhiran analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan Mw=5,3. Sebelumnya disebutkan magnitudo gempa 5,6 SR.
 
Episenter gempabumi terletak  pada koordinat 1,4 LS dan 101,53 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 36 km arah timur laut Kota Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan, Propinsi Sumatra Barat pada kedalaman 10 km.
 
"Gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Solok Selatan ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, merupakan jenis gempa bumi tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang terjadi akibat aktivitas Zona Sesar Sumatera (Sumatera Fault Zone) tepatnya pada pertemuan segmen Suliti-Siulak. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar mendatar (Strike-Slip)," tandasnya.
 
Menurut informasi dirasakan dari masyarakat, dampak gempabumi dirasakan di daerah Solok Selatan IV MMI, Padang III-IV MMI, Painan dan Padang Panjang II-III MMI, Payakumbuh 50 Kota II MMI, Kepahyang I MMI. 
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif