Lanal Karimun Tembak Mati Penyelundup Minuman Beralkohol

Anwar Sadat Guna 14 September 2018 17:51 WIB
minuman beralkohol
Lanal Karimun Tembak Mati Penyelundup Minuman Beralkohol
ilustrasi Medcom.id
Batam: Seorang penyelundup minuman beralkohol (mikol) dari Singapura ditembak mati petugas Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepri. Penyelundup itu melawan saat hendak ditangkap.

Pelaku dilumpuhkan petugas TNI AL saat kapal yang ditumpangi masuk ke perairan Indonesia. Kapal yang ditumpangi 10 orang ABK dan nakhoda itu berusaha menghindar saat aka  disergap.

Danlanal TBK Letkol Laut (P) Catur Yogiantoro, mengatakan, petugas TNI AL melakukan pengejaran karena kapal diduga membawa barang ilegal dari Singapura.


"Kami melakukan pengejaran, Rabu, 12 September 2018, sekitar pukul 23.00 WIB. Kapal itu membawa minuman beralkohol tanpa cukai asal Singapura," ungkap Catur, Kamis, 13 September 2018.

Dia menuturkan, para pelaku berusaha kabur saat kapal yang mereka tumpangi dikejar petugas. Pelaku bahkan mengarahkan lambung kanan kapalnya untuk menabrak kapal patroli TNI AL.

"Petugas lalu melepaskan tembakan peringatan. Bukannya menyerah, tetapi speed boat mereka berputar-putar mengelilingi kapal petugas sehingga ombak yang dihasilkan membahayakan prajurit di laut," ujar Catur.

Ketika kapal pelaku perlahan menjauh dan berbalik arah berniat ingin menghantam lagi kapal patroli TNI AL, petugas langsung sigap dengan menembak ke arah kapal pelaku.

"Perbuatan mereka sangat membahayakan petugas sehingga dilakukan penembakan ke arah kapal. Dua orang pelaku terkena tembakan petugas. Delapan lainnya berhasil ditangkap," terang Catur.

Kedua terduga penyelundup berinisial KS dan RO. Seorang di antaranya, yakni KS meregang nyawa karena peluru menembus dadanya. Sedangkan RO terkena peluru di bagain lengan.

"Dua orang terkena tembakan, satu orang meninggal dunia setelah dibawa ke Puskesmas. Satu lagi kita rujuk ke rumah sakit," ucap Catur.

Jenazah KS telah dibawa oleh pihak keluarga ke rumahnya di Tanjung Pelanduk, Moro, Kabupaten Tanjungbalai Karimun. Sementara Roni masih mendapat perawatan.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id