Tim SAR Kesulitan Menemukan Bangkai KM Sinar Bangun
Kepala Basarnas, Marsekal Medya (TNI) Muhamad Syaugi. Foto: Farida Noris/Medcom.id
Medan: Tim SAR kesulitan menemukan bangkai KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara. Pasalnya, kedalaman Danau Toba belum bisa diprediksi, termasuk dengan multibeam echosounder atau sonar.

"Kita sudah turunkan alat sampai kedalaman 600 meter, ternyata sensor akustik kita itu tidak mampu mengambarkan kultur dasar danau karena kedalaman melebihi 600 meter pada suatu area titik tengelamnya kapal itu," kata Komandan Pangkalan Utama TNI-AL (Danlantamal) I Belawan, Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto, Jumat 22 Juni 2018.

Baca: Keluarga Korban KM Sinar Bangun Setia Menanti Kabar


Kepala Basarnas, Marsekal Medya (TNI) Muhamad Syaugi mengatakan sonar tak dapat mendeteksi karena kedalaman danau lebih dari 600 meter. Tim SAR akan kembali mengupayakan pencarian pada Sabtu, 23 Juni 2018.

"Kita akan sapu lagi sekitar itu, tidak lagi sekitar 600 meter, tetapi melebihi itu. Jadi kita tetap pencarian di atas air, dan di dalam air, helikopter juga ikut mencari," urainya.

Tim SAR juga akan mendatangkan sonar berukuran besar dari Pekanbaru. Alat ini diharapkan bisa melihat kedalaman danau.

Menurut dia, pencarian bangkai kapal ini sangat penting dalam upaya mengevakuasi korban. Diduga terdapat korban yang terperangkap di dalam kapal. "Bagaimana pun caranya besok kita arahkan ini," tegas dia.





(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id