Ilustrasi banjir Bengkulu/Foto: Istimewa
Ilustrasi banjir Bengkulu/Foto: Istimewa (Achmad Zulfikar Fazli)

JK Pastikan PMI Membantu Penanganan Banjir Bengkulu

banjir bencana alam bencana longsor bencana banjir
Achmad Zulfikar Fazli • 29 April 2019 13:28
Bogor: Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan Palang Merah Indonesia (PMI) menerjunkan aparatnya membantu penanganan banjir di Bengkulu. Musibah tersebut menyebabkan 29 orang meninggal.
 
"Ya PMI di sana sudah bergerak, kita ada aparat di sana bekerja sama dengan instansi yang lain," ujar JK di RS PMI, Bogor, Jawa Barat, Senin, 29 April 2019.
 
Baca: Korban Tewas Banjir Bengkulu Jadi 29 Jiwa

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


JK mengatakan Bengkulu termasuk daerah bencana. Gempa hingga banjir kerap kali menerjang wilayah itu. Namun, banjir kali ini memang yang terbesar.
 
Menurut dia, banjir timbul akibat banyak operasi tambang yang membuat hutan untuk resapan air berkuran. Dia mengimbau pemerintah daerah, khususnya yang menangani lingkungan, betul-betul menjaga lingkungan di daerahnya.
 
"Ini akibat macam-macam, upaya kebun atau tambang, ini menyebabkan lingkungan kita harus dijaga betul," tegas dia.
 
BMKG sebelumnya memprediksi hujan lebat masih akan terjadi di awal pekan Mei 2019. Bahkan, ada pergeseran curah hujan dari wilayah barat ke tengah dan timur.
 
Baca: Tambang dan Kebun Sawit Perparah Banjir di Bengkulu
 
JK memastikan pemerintah mengantisipasi kemungkinan itu. Menurut dia, sudah ada standar operasional prosedur dan instansi yang ditugaskan mengatasi masalah tersebut, seperti Basarnas, BNPB, serta PMI.
 
"Jadi selalu siaga urusan itu," ucap dia.
 
Banjir besar melanda Bengkulu sejak Jumat, 26 April 2018. Hingga saat ini, tercatat 29 orang meninggal dan 13 orang lainnya dilaporkan hilang.
 
Banjir dan longsor di Bengkulu juga membuat 13 ribu jiwa terdampak dan 12 ribu di antaranya harus mengungsi.
 
Aktivis lingkungan setempat menyoroti penyebab banjir dan longsor di wilayah ini. Menurut dia, hal ini akibat dari penggundulan hutan untuk aktivitas tambang batu bara, dan perkebunan sawit dalam areal Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengkulu yang terdapat di Kabupaten Bengkulu Tengah.
 
Baca: BNPB Kucurkan Rp2,25 Miliar Bantu Banjir Bengkulu
 
Data menunjukkan dalam radius DAS Bengkulu seluas 57 ribu hektare, terdapat delapan izin tambang yang diberikan pemerintah dengan luas 19 ribu hektare. Delapan izin tambang tersebut diberikan untuk PT. Bengkulu Bio Energi, PT. Kusuma Raya Utama, PT. Bara Mega Quantum, PT. Inti Bara Perdana, PT. Danau Mas Hitam, PT. Ratu Samban Mining, PT. Griya Pat Petulai, dan PT. Cipta Buana Seraya.
 
Selain tambang, satu perusahaan perkebunan sawit milik PT Agriandalas yang juga berada di daerah tangkapan air Sungai Bengkulu.
 

(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif