Acara Sambut Ramadan di Pekanbaru Dibatalkan
Suasana di depan Mapolda Riau usai penyerangan sekelompok orang pada Rabu pagi, 16 Mei 2018, Medcom.id - Anwar Sadat Guna
Pekanbaru: Pelaksana teknis Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim menyatakan provinsi tersebut Siaga Teroris setelah penyerangan terjadi di Mapolda Riau pada Rabu, 16 Mei 2018, pagi. Plt Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi membatalkan acara potang balimau, yang merupakan tradisi menyambut Ramadan.

Setiap tahun, warga Pekanbaru menggelar tradisi potong balimau sehari menjelang Ramadan. Rencananya, pemerintah daerah menggelar tradisi itu sore ini. Sebab, tanggal 1 Ramadan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis 17 Mei 2018 yang merupakan hari pertama muslim menjalankan ibadah puasa.

"Setelah penyerangan, kami membatalkan acara potang balimau sore ini," ujar Ayat di Pekanbaru.


Menurut Ayat, pembatalan sesuai dengan instruksi dari Plt Gubernur untuk meningkatkan kewaspadaan setelah penyerangan. Selain itu, ia juga mengoptimalkan peran Babinsa dan masyarakat untuk menjaga ketertiban, kenyamanan, serta keamanan lingkungan.

Sementara itu Plt Gubernur berkoordinasi dengan Kapolda Riau Irjen Nandang dan Danrem 031 Wira Bima Brigjen Sonny Afriantoke. Ketiganya membahas upaya dan tindakan setelah penyerangan.

Baca: Satu Anggota Polda Riau Gugur Diserang Terduga Teroris

"Saya juga sudah menerbitkan maklumat pada seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk meningkatkan kesiagaan," kata Wan Thamrin usai pertemuan.

Potang balimau adalah tradisi yang dimulai dengan ratusan warga berziarah, salat berjemaah, kemudian mengikuti pawai dari masjid raya.

Penabuhan bedug menjadi tanda prosesi dimulai. Lalu, warga memandikan anak yatim.  
 



(RRN)