Polisi Gagalkan Pengiriman 12 Pekerja Ilegal ke Malaysia

Anwar Sadat Guna 22 Oktober 2018 17:05 WIB
tki ilegal
Polisi Gagalkan Pengiriman 12 Pekerja Ilegal ke Malaysia
Jajaran Polda Kepri saat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus pengiriman pekerja migran ke Malaysia, di Mapolda Kepri, Senin, 22 Oktober 2018. Medcom.id/ Anwar Sadat Guna.
Batam: Polisi menggagalkan pengiriman 12 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal ke Malaysia. Belasan pekerja migran ilegal tersebut akan berangkat ke Malaysia tanpa dokumen yang sah. Mereka diamankan di sebuah rumah penampungan di PuIau Seribu, Kelurahan Ngenang, Kecamatan Nongsa, Batam, Kamis, 18 Oktober 2018.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga mengatakan, pengungkapan kasus itu berawal ketika Kapal Patroli PoIisi Baladewa 8002 Ditpolair Baharkam Polri menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di sebuah rumah di Pulau Seribu.

"Selain 12 orang pekerja migran ilegal, ikut diamankan juga dua orang dengan inisial U dan A. Keduanya diduga berperan mengurus kebutuhan 12 pekerja migran Indonesia ilegal tersebut sebelum diberangkatkan ke Malaysia," kata Erlangga di Polda Kepri, Senin, 22 Oktober 2018.  


Erlangga menjelaskan, dari penangkapan itu, polisi juga menyita dua unit speed boat tanpa nama berwarna kuning bermesin tempel merek Yamaha 1 X 40 PK dan speed boat berwarna biru bermesin tempel merek Yamaha 3 X 200 PK. Kedua perahu cepat itu ditemukan di sekitar hutan bakau, tidak jauh dari lokasi pengerebekan.

"Dari 12 orang pekerja migran ilegal yang diamankan, 11 orang laki-laki dan satu orang di antaranya perempuan," ungkap Erlangga.

Terkait kasus tersebut, polisi langsung melakukan pengembangan. Tidak membutuhkan waktu lama, polisi berhasil meringkus lima tersangka lainnya.

Kelima tersangka, masing-masing; berinisial U bin H, 67, selaku nakhoda speed boat kayu tanpa nama; A, 56, penjaga atau pengawas 12 pekerjka migran; M alias B, 70, pemiIik rumah penampungan sementara belasan pekerja migran ilegal; AB bin AJ, 42, pihak yang mengurus pekerja migran untuk diberangkatkan ke Malaysia; dan PS alias A, 41, pengurus yang berperan meminta uang keamanan kepada pekerja migran Rp100 ribu per orang. 

"Atas perbuatannya, kelima tersangka dikenakan Pasal 81 jo Pasal 69 jo Pasal 86 huruf c jo Pasal 72 huruf c Undang-Undang (UU) RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia," ungkap Dirpolairud Polda Kepri Kombes  Benyamin Sapta.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id