Kabid Humas Polda Kepri S Erlangga (kanan) didampingi Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri Kompol Juleigtin Siahaan menunjukkan barang bukti. Medcom.id/Anwar Sadat Guna
Kabid Humas Polda Kepri S Erlangga (kanan) didampingi Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri Kompol Juleigtin Siahaan menunjukkan barang bukti. Medcom.id/Anwar Sadat Guna (Anwar Sadat Guna)

Pengiriman 39 TKI Ilegal Digagalkan

tki ilegal
Anwar Sadat Guna • 08 Februari 2019 06:54
Batam: Kepolisian Daerah (Polda) Kepri menggagalkan pengiriman 39  tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal ke Malaysia, di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Kota Batam. Empat orang ditangkap karena menjadi calo dan pengirim pekerja migran tersebut. 
 
Pengungkapan kasus itu berawal saat Ditreskrimum Polda Kepri menerima informasi, Rabu, 6 Februari 2019, bahwa akan ada pengiriman puluhan pekerja migran Indonesia ke Malaysia, di Pelabuhan Feri Batam Centre, Kota Batam.
 
"Begitu terima informasi, Tim Ditreskrimum langsung ke pelabuhan. Sesampainya di lokasi, polisi menemukan tiga mobil yakni dua unit mini bus dan satu mobil Toyota Cayla. Kendaraan itu diduga digunakan membawa para pekerja migran ke pelabuhan," ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga di Polda Kepri, Kamis, 7 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polisi langsung melakukan penindakan di lokasi. Tim Ditreskrimum mengamankan 39 pekerja migran Indonesia sesaat sebelum diberangkatkan ke Malaysia. Puluhan pekerja itu merupakan korban.
 
"Di lokasi, polisi juga berhasil menangkap empat orang terduga pelaku. Mereka berperan sebagai calo dan pengurus yang akan memberangkatkan 39 pekerja migran ke Malaysia. Keempatnya sudah ditetapkan tersangka," ujarnya.
 
Keempat tersangka masing-masing; Alex, 44; Efendi, 42; Ahmadi Setiawan, 36; dan Mawardi, 42. Modus kejahatan tersangka yakni memberangkatkan pekerja migran menggunakan paspor tanpa dilengkapi visa kerja.
 
"Paspor milik korban seluruhnya asli, namun tidak memiliki visa. Jadi,  seolah-olah pekerja migran ini berangkat ke Malaysia sebagai pengunjung, namun akan dipekerjakan di sana," jelasnya.
 
Pihak kepolisian menyita sejumlah barang bukti seperti 17 buku paspor yang masing-masing disita dan 10 lembar tiket tujuan Singapura. Polisi juga menyita uang tunai senilai Rp15,3 juta dari tangan tersangka.
 
Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri Kompol Juleigtin Siahaan menambahkan, pekerja migran ini masing-masing direktut di daerah asalnya. Satu pekerja migran diminta menyetorkan uang Rp5 juta hingga Rp9 juta.
 
"Biaya itu untuk akomodasi selama di Batam termasuk perjalanan ke Malaysia," ujar Juleigtin.  
 
Korban berasal dari wilayah di Jawa Timur, Lombok, Sulawesi, dan Jawa Tengah. TKI ilegal yang diamankan terdiri dari 22 laki-laki dan 17 perempuan.
 
Keempat tersangka dikenakan Pasal 81 Jo Pasal 69 dan/atau Pasal 83 Jo Pasal 68 dan atau Pasal 86 Jo Pasal 72 Huruf C UU RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif